Omzet Perajin Batik Jumputan Meningkat Tajam

share on:

Yogyakarta, Jubi/Antara – Omzet perajin batik jumput di Batikan, Kelurahan Tahunnan, Kota Yogyakarta, mengalami peningkatan tajam menjelang hingga memasuki hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Seorang pengusaha batik jumputan di Batikan, Rani, di Yogyakarta, Senin (20/7/2015), mengatakan mulai bulan Ramadhan hingga memasuki Lebaran omzet penjualan batiknya mencapai 400 persen.

“Dari sehari biasanya terjual lima-10 potong, saat ini rata-rata minimal terjual 25 potong per hari,” kata dia.

Kendati penjualan meningkat, kata dia, para perajin batik jumputan rata-rata masih menggunakan harga biasa. Batik jumputan, menurut dia, saat ini dijual mulai Rp175.000 hingga Rp250.000 per helai kain.

Ia mengatakan pembuatan per lembar batik jumputan dengan ukuran dua meter tersebut membutuhkan waktu sehari hingga seminggu, tergantung tingkat kerumitan motif.

Untuk memenuhi target produksi, ia mengaku menambah jumlah tenaga kerja. Dari hari biasa membutuhkan sebanyak 14 tenaga kerja, mendekati Ramadhan hingga Idul Fitri bisa mencapai 18 tenaga kerja.

“Memang jika hanya mengandalkan tenaga kerja inti harian kami sering kewalahan sehingga ada tambahan tiga tenaga kerja baru yang kami rekrut dari masyarakat sekitar,” katanya.

Menurut dia, peningkatan permintaan tersebut juga dipicu banyaknya pameran batik jumputan yang telah dilakukan di setiap acara di berbagai kota. Rata-rata pesanan bukan hanya kategori per orangan melainkan juga partai besar untuk pembuatan seragam.

“Saat ini batik jumputan di kelurahan Tahunan telah dikenal bukan hanya oleh peminat lokal dari Yogyakarta namun juga kota lainnya seperti Jakarta, bahkan Bali,” katanya. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Omzet Perajin Batik Jumputan Meningkat Tajam