Kadepa: Kapan Negara Bicara Nasib Warga yang Ditembak di Tolikara?

share on:
Amatem Wenda (23), salah satu korban penembakan  pada insiden Tolikara di RSUD Dok 2 Jayapura, Papua - Jubi/Doc
Amatem Wenda (23), salah satu korban penembakan pada insiden Tolikara di RSUD Dok 2 Jayapura, Papua – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – DPR Papua menyoroti kebijakan negara yang hingga kini dinilai seolah melupakan nasib 12 warga sipil yang ditembak ketika insiden di Karubaga, Tolikara, dua pekan lalu.

Ketua Panitia Khusus Hak Asasi Manusia (Pansus HAM) DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, hingga kini belum ada pejabat negara yang membicarakan tertembaknya 12 warga sipil itu dimana, satu orang meninggal dunia, dan 11 lainnya terluka.

“Negara kapan membicarakan nasib satu anak tewas dan 11 orang terluka akibat ditembak ketika insiden di Tolikara, sebelum terjadi kebakaran. Semua korban adalah orang asli Papua,” kata Kadepa via pesan singkatnya kepada Jubi, akhir pekan lalu.

Menurunya, sikapa para pejabat negara sengat memprihatinkan terhadap insiden di Tolikara lalu. Para pejabat negara sibuk mengurusi masalah terbarnya sejumlah kios dan Musholla di wilayah itu, dan adanya manusia yang jadi korban.

“Kenapa negara sibuk mengurus dan mengusut soal Mushollah dan kios –kios. Yang seharusnya dibicarakan dalu adalah korban manusia. Ini soal kemanusiaan. Jangan dianggap remeh. Orang Papua bukan binatang yang seenaknya ditembak,” ucapnya.

Sementara Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, Musholla yang terbakar di Tolikara bisa dibangun kembali. Namun bagaimana dengan nyawa oran Papua yang jadi korban penembakan, ketika kejadian.

“Kami minta polisi mengungkap siapa pelaku penembakan. Keterangan berbagai pihak di Tolikara, insiden penembakan itu yang menyebabkan situasi tegang, karena orang di pegunungan sudah trauma dengan bunyi senjata. Tak ada niat membakar Musholla. Jangan seakan – akan Musholla itu sengaja dibakar,” kata Yunus Wonda. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kadepa: Kapan Negara Bicara Nasib Warga yang Ditembak di Tolikara?