Pemkab Jayawijaya Lakukan Fit and Propretest bagi Calon Kepsek

share on:
Suasana sosialisasi uji kepatutan dan kelayakan calon kepala sekolah se Jayawijaya. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya mengadakan uji kepatutan dan kelayakan (Fit and Propertest) bagi setiap calon kepala sekolah di setiap jenjang pendidikan se Kabupaten Jayawijaya.

Ada sekitar 235 orang dari seluruh tingkat pendidikan baik SD, SMP hingga SMA negeri maupun swasta mengikuti ujian kompetensi yang akan dilaksanakan pada Selasa (28/7/2015) hingga Rabu (29/7/2015).

Sebelum pelaksanaan ujian, Senin (27/7/) Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan seluruh guru dan kepala sekolah yang menjadi peserta ujian kelayakan calon kepala sekolah di Gedung pertemuan Ukumiarek Asso Wamena.

Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo usai membuka sosialisasi mengatakan, kegiatan uji kepatutan dan kelayakan bagi calon kepala sekolah ini baru dilakukan Kabupaten Jayawijaya, di mana sesuai peraturan menteri pendidikan nasional nomor 13 tahun 2007.

Tujuanya agar dapat memiliki pemimpin atau tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang berkualitas, supaya kulitas pendidikan di Jayawijaya menjadi lebih baik,” katanya kepada wartawan.

Dijelaskan, di Jayawijaya sendiri ada kepala sekolah yang sudah lama menjabat hingga puluhan tahun, dan itu tidak efektif. Maka dari itu, perlu ada pergantian pengurus dan punya kapasitas dan kemampuan
pendidikan yang mendukung sehingga sekolah bisa berjalan lebih baik.

Untuk itu setelah kebijakan Bupati segera lakukan fit and propertes sebelum kita mengeluarkan SK kepala sekolah yang baru nantinya,” jelas Walilo.

Dikatakan, hasil tes ujian bagi calon kepala sekolah ini akan dilaporkan ke Bupati dan tim penguji akan tentukan nilai tertinggi dan itu yang diambil jadi kepala sekolah.

Diakui pula, peserta tes sendiri dilihat dari pangkat atau golongan, Dimana staf sekolah dari golongan II tidak mungkin bisa menjadi kepala sekolah, karena kepala sekolah harus setingkat dengan eselon IV di SKPD, maka dari itu pangkat paling kurang III C atau III D kemudian IV A ke atas.

Ke depan akan ada masalah pasti, namun ini kan sudah kebijakan dan tidak ada kepala sekolah yang selalu di suatu distrik tertentu, akan diadakan rolling, kalau pun ada masalah di lapangan akan diselesaikan jadi tidak ada kepala sekolah abadi, karena kita ingin mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik di Jayawijaya ini, karena sebagai kabupaten induk tidak boleh kalah dengan kabupaten lain,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo menjelaskan, jumlah peserta yang sudah terdaftar hingga Senin (27/7) ada 231 peserta dari 113 sekolah dasar, 27 sekolah menegah pertama, 12 SMA dan 6 SMK se Jayawijaya.

Namun dari animo para kepala sekolah dan guru sangat tinggi, sehingga peserta ada sekitar 235 dan masih ada yang mendaftar. Di mana, setiap sekolah yang ada diberikan dua orang agar ada persaingan yang sehat supaya tidak ada monopoli di dalamnya.

Dari jumlah sekolah yang ada, untuk SD ada 165 peserta, SMA 25 peserta dan SMP 41 peserta,” jelas Bambang. Diakui, dalam penilaian ujian nanti dibentuk tim penguji dari Jayawijaya dan perguruan tinggi di Wamena. Selain itu, uji kompetensi ini juga materi-materinya disesuaikan berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 13 tahun 2007.

Dari peraturan itu, isinya mengenai standar kualifikasi dan kompetensi kepala sekolah dan madrasah. Di dalam peraturan menteri itu bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki kemampuan kompetensi antara lain kompetensi kepribadian, kompetensi managerial, kompetensi sosial, kewirausahaan dan kompetensi supervisi.

Kompentensi-kompentensi itulah yang kita formulasikan dalam bentuk ujian, di mana ujian di bagi dalam empat bagian pertama uji tertulis sebagai bentuk implementasi koknitif atau intelektual guru-guru, lalu ada kompetensi wawancara untuk mengetahui sejauhmana komitmen guru atau calon kepala sekolah terhadap tugasnya. Kemudian uji fortopolio sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka, piagam, sertivikat dan berkas lainya ketika dia menjadi guru pertama sampai terakhir akan kita kumpulkan dan akan diberi nilai dan yang terakhir adalah membuat karya ilmiah atau karya tulis,” jelasnya. (Islami)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkab Jayawijaya Lakukan Fit and Propretest bagi Calon Kepsek