Pulau Soop Kota Sorong, Guru SD hanya sekali Mengajar dalam Seminggu

share on:
Wakil Gubernur Papua Barat , Irene Manibuy saat meniinjau Kondisi SD di Pulau Soop yang memprihatinkan - Jubi, Niko
Wakil Gubernur Papua Barat , Irene Manibuy saat meniinjau Kondisi SD di Pulau Soop yang memprihatinkan – Jubi, Niko

Sorong, Jubi – Siswa sekolah dasar (SD) kelas 5 dan kelas 6 yang bersekolah di Pulau Soop Kota Sorong banyak yang belum bisa membaca dan berhitung. Kenyataan ini terkuak dalam tatap muka antara Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Irene Manibuy, SH bersama warga masyarakat Pulau Soop Distrik Sorong Kepulauan, Senin (27/7/2015 ).

Wagub Papua Barat saat bincang-bincang dengan beberapa siswa SD, terlihat tercengang dan kaget mendengar pengakuan polos anak-anak itu. Wagub Provinsi Papua Barat ini juga sangat prihatin mengetahui kondisi anak-anak Pulau Soop yang juga tidak bersepatu ketika pergi ke sekolah.

“Saya sudah kelas tiga SD tapi belum tahu baca. Ada juga teman-teman saya yang kelas 3, kelas 5 dan kelas 6 yang belum tahu baca. Kami kalau ke sekolah juga tidak pake sepatu,” kata Erna dan Markus siswa SD Efata Tanjung Lampu Pulau Soop dengan polosnya. Menurut kedua siswa ini, penyebab keduanya belum bisa membaca karena guru di SD mereka mengajar hanya satu kali dalam satu minggu.

Sementara itu, Agustina Rumbiak warga Pulau Soop juga mengeluhkan tidak ada tenaga pengajar dan tenaga medis yang bertugas. “Kalaupun datang setengah hari saja, datang jam 9 pagi pulang jam 10 pagi. Aktivitas sekolah ada tapi aktivitas belajar mengajar tidak ada. Anak-anak setiap hari datang ke sekolah tapi tidak belajar, karena mereka tunggu guru tidak ada yang datang akhirnya anak-anak pulang sekolah,” keluhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Irene Manibuymenuturkan masalah pendidikan dan kesehatan yang terjadi di Pulau Soop merupakan masalah yang sangat memprihatinkan.

“Padahal program presiden banyak mengirim guru-guru dan tenaga medis sampai ke pelosok-pelosok. Keluhan ini akan menjadi perhatian kami pemerintah provinsi Papua Barat dan akan saya koordinasikan lagi dengan Wali Kota Sorong agar bisa menyikapi hal ini dengan serius,” tegasnya kemarin.

Menurutnya, bagaimana pembangunan di Provinsi Papua Barat bisa berjalan baik kalau pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak diperhatikan dengan baik. Padahal jarak antara Pulau Soop dengan Kota Sorong, kata Irene, hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

“Padahal pendidikan dan kesehatan merupakan program prioritas bapak gubernur provinsi Papua Barat dan bapak Wali Kota Sorong. Tapi kenapa tidak ada guru dan tenaga medis yang bertugas di sini?” katanya.

Kepala Distrik Sorkep Abdul Latif, mengakui memang masalah pendidikan dan kesehatan menjadi suatu masalah di Distrik Sorkep, tapi pemerintah distrik hanya sebatas mengusulkan, kebijakan diambil oleh kepala daerah dan kepala dinas pendidikan dan kesehatan. (Niko MB )

Editor : Angela
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pulau Soop Kota Sorong, Guru SD hanya sekali Mengajar dalam Seminggu
  • Budi Apriyanto

    SD d pulau soop itu ada 2 sekolah dasar.
    1 SD Ypk Efata Soop
    2 SD Inpres 56 Soop
    Yg di datangi ibu wagub itu SD Efata Soop beliau tdk meninjau k Wilayah SD Inp 56 soop. Yg di sayangkan berita yg turun menyebutkan nama sekolah sehingga pimpinan SD Inp 56 soop kecewa terhadap berita yg d turunkan. Wartawan juga tdk tahu sekolah apa sj yg ada d pulau tsb. Dengan berita ini terimbas k SD Inp 56 soop guru2 yg bertugas d SD inp 56 soop setiap hari ada d tempat. Jadi kalau menerbitkan berita hrs menyebutkan nama tempat.

    View Comment