Bapak Jokowi, Kami Ingin Kasus Paniai Berdarah Terungkap

share on:
Gambar Baliho berukuran 4×4 yang berdiri gagah di depan Kantor Distrik Paniai Timur, Kota Enarotali - Jubi
Gambar Baliho berukuran 4×4 yang berdiri gagah di depan Kantor Distrik Paniai Timur, Kota Enarotali – Jubi

Jayapura, Jubi – Tulisan di dalam gambar baliho berukuran 4×4 yang berdiri gagah di depan kantor distrik Paniai Timur, kota Enarotali, kabupaten Paniai, Papua mengekspresikan lebih dari 150 ribu penduduk Paniai yang diwakili oleh Bupati kabupaten Paniai, Hengki Kayame sedang meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) agar dapat mengungkapkan secara tuntas pelaku penembakan terhadap empat pelajar SMA di Paniai dan satu  orang warga yang terjadi pada 08 Desember 2014 lalu.

Sekitar 100 meter dari  baliho tersebut, di sebelah utara terliihat empat sosok generasi masa depan Paniai yang terkubur rapi berjejer persis dibawah tiang bendera lapangan sepak bola Karel Gobai. Mereka adalah empat pelajar SMA di kota Enarotali, yang nyawanya hilang seketika yang diakibatkan timah panas yang bersarang dalam tubuh dari keempat pelajar SMA ini.

Getiran hati dari seratus lima puluh ribu warga yang berada di kabupaten Paniai, Papua ini sangat menginginkan dan mengharapkan agar pemerintah pusat yakni Bapak presiden Joko Widodo agar dapat mengungkap setuntas tuntasnya pelaku penembakan empat pelajar SMA yang nyawanya lenyap oleh butiran peluru yang keluar dari ganasnya moncong senapan.

Di kala itu pasca penembakan, Bupati Kabupaten Paniai, Hengki Kayame memberikan apresiasi kepada semua pihak antar lain Komnas Ham RI yang secara hukum menangani kasus tersebut, dan juga kepada pihak TNI Polri dalam hal ini Pagdam dan Kapolda Papua yang mengingin juga kasus tersebut aga dibawa ke ranah hukum positif, sehingga kasus Paniai berdarah, 08 Desember 2014, ini dapat terungkap di depan publik.

“Mewakili seluruh warga Paniai yang mengingnkan kasus Paniai berdarah terungkap, saya sangat mengharapkan kepada semua pihak yang berkomponten dalam kasus ini baik itu Komnas Ham, TNI dan Polri agar dapat bersama sama mengungkap kasus tersebut,” kata Kayame dikala itu.

Bupati Hengki menyatakan, kasus ini harus terungkap setuntas-tuntasnya agar dapat mengobati rasa duka yang mendalam yang dirasakan dan dialami oleh warganya, khususnya pihak dari keempat keluarga korban.

“Ini dilakukan agar tidak ada lagi penembakan terhadap warga sipil dan juga tidak ada pertumpahan darah baik itu yang merugikan semua pihak, entah itu warga sipil TNI Polri dan TPN/OPM di daerah ini. Kami ingin damai di daerah kami, sehingga kami warga masyarakat kabupaten Paniai saat ini sedang menunggu pengungkapan pelaku penembakan terhadap tewasnya empat pelajar SMA,” kata Kayame.

Hingga kini puluhan ribu warga masyarakat kabupaten Paniai, Papua masih menunggu pengungkapan kasus Paniai berdarah agar dapat terselesaikan sesegara mungkin. kata Hengki, untuk menyelesaikan kasus tersebut dirinya telah menyampaikan hal tersebut kepada presiden republic Indonesia Jokowi agar dapat memerintahkan institusi terkait dalam hal ini Komnas Ham untuk menyelesaikannya. Dan juga, Bupati Hengki telah mengkoordinasikan hal tersebut juga kepada Pangdam dan Polda Papua untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya, selaku Bupati kabupaten Paniai mewakili 150 warga yang ada di daerah ini masih tetap menunggu agar Komnas RI dapat menyelesaikan secara tuntas kasus ini”.

Perwakilan dari Keluarga korban, Yulianus Youw (Kakak dari Alm. Alpius Youw) mengaku, hingga kini pihaknya masih menanti sejauh mana perjuangan dari Bupati Paniai, Komnas HAM RI melalui Tim Ad Hock, TNI, Polri dan elemen lainnya yang saat iotu bersepakat untuk menyelsaikan dengan cepat dan tepat.

“Nai, hingga saat ini kami sedang berada dalam situasi kebimbangan. Sejauh apa hasil perjuangan dari orang-orang yang berkeinginan untuk mengungkap pelaku. Sebab, kami tidak tahu tahapnnya penyelidikannya sudah sampai di mana,” kata Yulianus Youw melalui telpon kepada Jubi dari Enarotali, Kamis (30/7).

Yulianus menjelaskan, kini sudah mencapai bulan ke tujuh. Tidak ada juga tanda-tanda untuk pengungkapan. Itukah yang namanya negera Indonesia yang mempunyai nilai demokrasi. “Sudah tujuh bulan kami keluarga menanti dengan sabar. Tapi belum ada titik terang,” pintahnya.

Ia mengatakan, kasus Tolikara dengan cepat diselesaikan dan mengungkapkan pelaku, bahkan orang-orang dari Pusat hingga daerah turun langsung ke sana (Yahukimo), bagaimana dengan kasus Paniai Berdarah?

“Kali ini baru kami tahu sifat orang-orang Indonesia yang sebenarnya, bahwa ketiak orang pendatang yang kenah musibah, orang-orang dari Pusat (Jakarta) dan dari Jayapura langsung turun melihat kondisi di Tolikara. Tapi kami orang asli Papua yang kenah musibah, siapa yang mau peduli? Berarti ini kami bisa kelompokan, bahwa tanggung jawab dan perhatiakn dari Negara Indonesia kepada warga di Papua terus dan tetap dipilah-pilahkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya tetap menanti kapan Presiden RI, Jokowi penuhi perjanjianya untuk selesaikan kasus Paniai Berdarah ketika dirinya hadiri dalam natal nasional di Stadion Mandala, Jayapura lalu. (Abeth You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bapak Jokowi, Kami Ingin Kasus Paniai Berdarah Terungkap