Menteri Kebudayaan Dunia Tandatangani Deklarasi Perlindungan Warisan

share on:

Milan, Italia, Jubi/Antara/Xinhua-OANA – Delegasi Kementerian Kebudayaan dari sebanyak 83 negara pada Sabtu (1/8/2015) mengakhiri konferensi selama pameran dunia yang berlangsung di Milan, Italia, melalui penandatanganan deklarasi bersama bagi perlindungan warisan budaya.

“Para menteri menyampaikan pengutukan mereka yang sekeras-kerasnya mengenai penggunaan kekerasan terhadap warisan budaya dunia dan meminta toleransi serta penghormatan timbal-balik sebagai alat yang layak bagi dialog di kalangan semua bangsa,” demikian antara lain buni Deklarasi Milan.

“Mereka menyampaikan solidaritas mereka kepada negara yang dilanda bencana alam. Ini lah alasan mengapa mereka menyeru masyarakat internasional agar melakukan setiap upaya yang mungkin untuk melindungi dan menemukan kembali aset warisan budaya,” tambahnya.

Deklarasi Milan memohon PBB dan UNESCO agar terus mendukung masyarakat internasional dalam membina komunikasi positif antara berbagai kebudayaan yang berbeda.

Menteri Kebudayaan Italia Dario Franceschini, yang menggelar konferensi internasional pertama itu yang dihadiri oleh delegasi kementerian dari seluruh dunia, mengumumkan keinginan Italia untuk mendirikan satuan tugas internasional guna melindungi warisan budaya dunia jika terjadi serangan teror atau bencana alam.

Pada kenyataannya, konferensi tersebut menanggulangi pelestarian warisan budaya dalam menghadapi kehancuran akibat aksi kekerasan yang terjadi di Irak, Suriah, Libya dan Yaman, serta dalam menghadapi bencana alam seperti di Nepal, tempat gempa bumi memporak-porandakan penduduk dan warisan budaya pada 25 April.

“Kebudayaan dapat menjadi alat untuk mengatasi perbedaan. Kita tak boleh merendahkan kemampuan dan peran kita bagi dialog,” kata Franceschini dalam satu taklimat yang menutup acara dua-hari tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua, Minggu (2/8/2015).

Franceschini mengatakan proyek mengenai satuan tugas internasional untuk melindungi warisan budaya serta konsep kebudayaan baik melalui dialog maupun alat ekonomi akan dibahas dalam pertemuan dewan pelaksana UNESCO pada Oktober.

Itu adalah untuk pertama kali dalam sejarah, katanya, demikian banyak menteri bertemu untuk membuat jalur bersama.

“Warisan dari konferensi ini akan tetap ada untuk jangka panjang,” kata Franceschini, yang juga berharap pertemuan berkala semacam itu akan diselenggarakan pada masa depan.

Auditorium di lokasi Expo di bagian barat-laut Milan diubah menjadi skenario kota kuno Pompeii di Italia Selatan, dan artifaks dari jaman Greco-Roma, yang telah dicuri dan ditemukan kembali oleh polisi, disusun di satu meja besar dan gambar Pompeii terpampang di tembok auditorium tersebut. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Menteri Kebudayaan Dunia Tandatangani Deklarasi Perlindungan Warisan