Warga dan Guru Biak – Supiori Keberatan Lima Hari Sekolah

share on:
Kepala Kampung Samau Distrik Biak Kota, Frits Korwa. Jubi/Marten Boseren
Kepala Kampung Samau Distrik Biak Kota, Frits Korwa. Jubi/Marten Boseren

Biak, Jubi – Masyarakat Biak Numfor, Papua keberatan dengan kebijakan baru pemerintah pusat yang menerapkan lima hari sekolah.

Saya sebenarnya keberatan karena selama ini enam hari sekolah saja anak-anak lulus dengan mutu yang rendah apalagi dikurangi menjadi lima hari sekolah,” kata Kepala Kampung Samau, Frits Korwa ketika ditemui Jubi, Sabtu (1/8/2015).

Lanjut Korwa namun karena sudah diatur pemerintah, sehingga pihaknya menerimanya. Ia mengatakan seharusnya, sebelum memberlakukan lima hari sekolah harus pemerintah menanyakan masyarakat, karena masyarakat tahu persis keadaan pendidikan di kampung mereka.

Ditempat tempat terpisah keberatan yang sama diungkapkan oleh Dora Sila Womsiwor, guru SD Negeri 2 Biak Kota. Dora mengaku tidak setuju karena sumber daya manusia (SDM) Papua jauh tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia, sarana prasarana sekolah kurang memadai, tenaga guru kurang, dan kekurang pahaman guru-guru akan kurikulum pendidikan akibat keseringan penggantian kurikulum pendidikan.

Ini akan berpengaruh terhadap kualitas anak-anak, enam hari belajar saja anak-anak belum kuasai pelajaran dengan baik apalagi lima hari belajar. Ini bikin susah anak-anak didik. Kalau Indonesia lain terserah tapi kita Indonesia Timur lebih khusus Papua tidak terima lima hari sekolah, ini sama saja bikin susah kita,” ujar Dora.

Lima hari sekolah akan sangat berpengaruh terhadap kualitas anak-anak didik kita, karena jam belajar sudah terbatas kemudian ditambah dengan fasilitas dan jumlah guru yang terbatas serta kemampuan anak didik yang tidak sama akan sangat berpengaruh terhadap kualitas anak-anak didik,” kata Inseri P. Womsiwor, guru SMA Negeri 3 Yenggarbun, Supiori, Papua.

Inseri berharap pemberlakukan lima hari sekolah Papua mendapat pengecualian karena sumber daya manusia (SDM) di Papua jauh lebih rendah dan tertinggal dari daerah – daerah lainnya di Indonesia. (Marten Boseren)

Editor : Angela
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga dan Guru Biak – Supiori Keberatan Lima Hari Sekolah