Disperindag Papua Sidak Garam Tak Layak Konsumsi

share on:

Jayapura, Jubi/Antara – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) garam tidak layak konsumsi ke Pasar Sentral Hamadi-Jayapura.

Kepala Seksi Bahan Pokok pada Disperindag Provinsi Papua, Ayub Marbo, di Jayapura, Senin (3/8/2015), mengatakan pihaknya menduga garam yang tidak beryodium itu jika dikonsumsi masyarakat dapat menyebabkan penyakit gondok.

“Berdasarkan informasi di lapangan, garam tak layak konsumsi tersebut diduga merupakan produksi lokal yang tidak mengandung yodium dan sudah beredar di masyarakat,” katanya.

Ayub menuturkan informasi mengenai maraknya garam tidak bermerek dan diduga tak beryodium tersebut masih simpang siur, sehingga pihaknya melakukan tindakan cepat dengan turun ke lapangan.

“Kami langsung melakukan sidak garam ini karena jika sudah beredar di kawasan pegunungan maka akan sulit diawasi,” ucapnya.

Menurutnya, dalam sidak yang dilakukan oleh pihaknya, diberikan imbauan juga kepada para pedagang di pasar agar mengecek dengan teliti setiap garam yang dijualnya.

“Selain teliti dalam mengecek garam, proses penyimpanan hingga penjualan kepada masyarakat juga harus dilakukan secara bersih karena garam merupakan salah satu komposisi bumbu yang dibutuhkan masyarakat ketika memasak,” katanya.

Dia menambahkan berdasarkan laporan, selama ini garam yang masuk ke Provinsi Papua didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Disperindag Papua Sidak Garam Tak Layak Konsumsi