DPD KNPI Kabupaten Jayapura Dapat Mosi Tak Percaya

share on:
Rapat Pleno MPI DPD KNPI Kabupaten Jayapura - Jubi / Engel Wally
Rapat Pleno MPI DPD KNPI Kabupaten Jayapura – Jubi / Engel Wally

Sentani, Jubi – Setelah diberikan Warning (Peringatan) beberapa waktu lalu terhadap DPD KNPI Kabupaten Jayapura terkait pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) unsur Pemuda yang bernaung diwahnya, serta pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang belum dilaksanakan maka Majelis Pemuda Indonesia (MPI) berdasarkan hasil pleno yang telah dilaksanakan pada (3/8/2015) memutuskan beberapa hal berkaitan dengan pelaksanaan Rapim dan Muskab DPD KNPI Kabupaten Jayapura.

 

Wakil MPI DPD KNPI kabupaten Jayapura Boy Eluay menegaskan bahwa sesuai dengan aturan AD/ART organisasi sebuah kepengurusan setelah melewati masa enam bulan sudah harus dilaksanakan muskab, namun hal ini malah tidak dilakukan, setelah diberikan kesempatan, bahkan diberikan peringatan malah MPI yang dibekukan.

 

“ Ini aturan dari mana?, masa kami yang dibekukan oleh pengurus. Masa kepengurusan pengurus selama tiga tahun telah berakhir. MPI berkewajiban untuk menyelamatkan organisasi ini, secara keseluruhan untuk kepentingan pemuda di kabupaten jayapura,” jelas Boy Eluay usai rapat Pleno MPI di Sentani, Senin (3/8/2015)

Oleh karena itu, kata Boy, MPI telah melaksanakan pleno untuk memutuskan beberapa langkah kongkrit yang akan diambil guna kepntingan pemuda yang bernaung di bawah bendera DPD KNPI Kabupaten Jayapura.

 

“ Pertama kita akan koordinasi dengan knpi provinsi untuk melayangkan surat mosi tidak percaya kami terhadap kepengurusan yang ada saat ini, lalu berikutnya kita akan mengumpulkan kembali semua organisasi pemuda baik lokal dan nasional serta organisasi pemuda yang berbasis keagamaan untuk bersama – sama menentukan panitia rapim dan musyawarah luar biasa (Muslub) dalam waktu yang tidak lama lagi,” tegas putra sulung dari tokoh karismatik Papua Theys Hiyo Eluay.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MPI Theopilus Tegay, bhawasannya MPI berjuang untuk mengamankan kepentingan organisasi pemuda, selain itu menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

 

“ Warning sudah kita sampaikan, pertama kita harus konsisten dengan apa yang telah kita publis kepada masyarakat tentang pelaksanaan rapim, dan muskab. Tetapi hal ini dilanggar bahakan tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pemerintah telah memberikan bantuan dana untuk pelaksanaannya tetapi tidak juga dilaksanakan, ini namanya pembohongan publik,” tandasnya. (Engel Wally)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPD KNPI Kabupaten Jayapura Dapat Mosi Tak Percaya