Empat Program Prioritas Pemkot Jayapura Butuh Dana Pusat

share on:
Suasana pertemuan antara Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden dengan Benhur Tommy Mano, Wali Kota Jayapura dan para pimpinan SKPD di Lingkungan Pemkot Jayapura, pekan lalu. – Jubi/Munir
Suasana pertemuan antara Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden dengan Benhur Tommy Mano, Wali Kota Jayapura dan para pimpinan SKPD di Lingkungan Pemkot Jayapura, pekan lalu. – Jubi/Munir

Jayapura, Jayapura – Empat program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura membutuhkan dana dari pemerintah pusat.

Empat program prioritas tersebut diantaranya, pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp, pembangunan Pasar Youtefa, Abepura, pembangunan rumah sakit bertaraf international Tipe C Muara Tami serta pembangunan terminal Tipe A di Entrop.

Hal itu disampaikan Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano di Kantor Wali Kota, Senin (3/8/2015).

Menurut Wali Kota, pihaknya telah memperjuangkan empat program prioritas tersebut agar dapat terlaksana dimasa kepemimpinannya. Namun, kata Wali Kota, tak sedikit juga hambatan yang dia temui ketika memperjuangkan program tersebut.

Beberapa kali pihaknya menyampaikan ke Pemerintah pusat untuk empat program tersebut, namun selalu dijawab tidak ada dana.

“Kalau jembatan Suramadu, Jawa Timur dan jalan lingkar di Bali bisa dibangun, mengapa program Pemkot Jayapura belum bisa dijawab?,” tanya Mano.

Meski demikian, dari empat program prioritas tersebut, beberapa diantaranya telah dijawab oleh pemerintah pusat, seperti pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp dan pembangunan Pasar Youtefa Abepura.

“Beberapa waktu lalu, Pak Presiden Joko Widodo telah meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Hamadi-Holtekamp dan sedang dalam pembangunan,” katanya.

Sementara Pasar Youtefa Abepura akan dimulai tahun ini pembangunannya.

“Kota Jayapura tidak punya rumah sakit bertaraf internasional, padahal ini ibukota Provinsi Papua. Begitu pun dengan terminal tipe A. Kami mengharapkan keluhan kami tersebut dapat terjawab.

“Bukan hanya datang berkunjung lihat-lihat tanpa mendapatkan hasil. Tapi saya percaya pada Lenis Kogoya, putera asli Papua yang dipilih presiden menjadi staf khusunya dapat menyampaikan msasalah kami kepada pemerintah pusat dapat segera terjawab. Pembangunan empat program prioritas tersebut semata-mata untuk memberdayakan masyarakat Papua terutama masyarakat Kota Jayapura,” sambungnya.

Sebelumnya Staf Khusus Presiden Urusan Papua yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua, Lenis Kogoya mengatakan, program yang dimaksud Walikota, secepatnya akan diteruskan ke Presiden Joko Widodo, namun dia meminta masing-masing SKPD yang membawahi program tersebut, membuat surat resmi untuk disampaikan ke Presiden melalui dia.

“Kota Jayapura ini Kota Adipura, sebagai ibukota Provinsi Papua memang sudah sepatutnya memiliki fasilitas lengkap seperti yang disebutkan diatas,” kata Lenis saat melakukan pertemuan dengan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Urusan Papua dengan Pemerintah Kota Jayapura, di Kantor Walikota Jayapura, pekan lalu Sabtu (1/8/2015).

Adapun dukungan dana pusat yang dibutuhkan oleh empat program prioritas tersebut yaitu :

– Pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp membutuhkan dana Rp 1.500.000.000 (Satu triliun lima ratus milyar rupiah).

– Pembangunan Pasar Regional Youtefa, Abepura Rp 329.950.134.000 (tiga ratus dua puluh sembilan milyar sembilan ratus lima puluh juta seratus tiga puluh empat ribu rupiah).

– Pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Muara Tami Rp 311.460.000.000 (tiga ratus sebelas milyar empat ratus enam puluh juta rupiah ).

– Pembangunan Terminal Induk Tipe A di Entrop Rp 74.000.000.000 (Tujuh puluh empat milyar rupiah). (Munir)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Empat Program Prioritas Pemkot Jayapura Butuh Dana Pusat