Irjend Kemendikbud RI: Pendaftaran Ulang itu Tak Benar

share on:
Potret Buramnya Pendidikan di  Sorong - Jubi , Niko
Potret Buramnya Pendidikan di Sorong – Jubi , Niko

 

Sorong, Jubi –  Inspektur Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Daryanto menegaskan, undang-undang tidak memperbolehkan adanya praktek pungutan biaya tambahan (pendaftaran ulang-red) di setiap sekolah, apabila seorang siswa naik ke kelas berikutnya.

Daryanto mengatakan, pihaknya akan mengecek  melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke sekolah yang di Papua, khususnya Kota Sorong, apakah biaya operasional sekolah yang telah ditentukan oleh pusat, penggunaannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau belum. Jika tidak sesuai, maka akan didorong, sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Itu tidak benar, kalau ada itu keliru, termasuk didalamnya biaya pendaftaran yang terlampau tinggi, semua elemen harus meluruskannya, pemerintah mempunyai peranan aktif untuk mengatasi hal ini,” tutur Daryanto, saat ditemui, Jumat (7/8/2015) di Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong, usai acara serasehan bersama mahasiswa.

Sementara itu, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anis Rasyid Baswedan, P.hd, dalam penyampaikan materinya mengatakan, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana untuk biaya Pendidikan sebesar Rp 409 triliun, dimana Rp 354 triliun langsung ditransfer ke daerah, termasuk didalamnya terdapat biaya pendaftaran bagi siswa baru.

“Kalau uang itu dikelola baik oleh pemerintah, seharusnya tidak ada lagi biaya yang menghimpit penerimaan siswa baru yang masuk sekolah, apalagi ada dana lain-lainnya, di Aceh ada, Papua Barat juga ada,” tutur Anis Baswedan.

Sementara data yang diterima Media ini, kasus yang ditemui disejumlah sekolah yang ada di Kota Sorong, menetapkan biaya pendaftaran yang begitu besar, sehingga memberatkan orang tua siswa.

Terlepas dari bantuan Pemerintah Pusat, untuk pendidikan, Papua barat juga mengalokasikan dana otonomi khusus bagi pendidikan.

Sementara  Yoris  Ohee, salah satu siswa SD  di Kota Sorong mengatakan dirinya bersama kakanya yang  bersekolah di Salah satu SMP Negeri ternama di Kota Sorong yang menetapkan biaya pendaftaran ulang sebesar  Rp3 juta.

“Di sekolah kami saja kami harus bayar mahal,” pungkasnya. (Niko MB)

Editor : Angela
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Irjend Kemendikbud RI: Pendaftaran Ulang itu Tak Benar