DPRP Waspadai Kontraktor yang Masuk Daftar Hitam

share on:
Ketua Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir - Jubi/Arjuna
Ketua Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – DPR Papua mewaspadai adanya kontraktor atau perusahaan yang masuk daftar hitam (blacklist) yang kemungkinan ikut dalam tender proyek pengerjaan tahap awal pembangunan gedung II DPR Papua.

Ketua Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur, Boy Markus Dawir mengatakan, pihaknya khawatir kontraktor atau perusahaan yang diblacklist di wilayah lain dan menang tender untuk pengerjaan gedung II DPR Papua, tak bisa menyelesaikan pekerjaan itu nantinya.

“Makanya kami akan meminta pemerintah selektif terhadap peserta tender. Khususnya kontraktor atau perusahan dari luar Papua yang telah masuk daftar hitam,” kata Boy akhir pekan lalu.

Menurutnya, perusahaan yang ikut pelelangan tender harus memiliki peralatan di Jayapura, bukan di luar Papua. Hal ini harus masuk dalam salah satu kriteria pelaksanaan tender. Seleksi administrasi untuk para perusahaan peserta tender juga harus diperhatikan.

“DPR Papua terus mengawasi setiap tahapan pelaksanaan pembangunan gedung II DPRP. Mulai dari tahap tender, pemenang tender, perencanaan hingga pembangunan. Ini untuk menjaga berbagai kemungkinan yang terjadi. Kalau tak diawasi, akan berdamak pada berbagai aspek. Misalnya kualitas bagunan,” ucapnya.

Pada suatu kesempatan, anggota Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mengatakan, gedung II DPR Papua itu nantinya akan bernuansa Papua, sesuai kultur dan budaya masyarakat setempat.

“Nantinya setiap anggota DPR Papua akan memiliki ruang tersendiri. Sementara gedung DPR Papua yang lama, akan dijadikan kesekertariatan DPR Papua,” kata Thomas kala itu. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPRP Waspadai Kontraktor yang Masuk Daftar Hitam