Pasca Penggeledahan, Jemaat Minta Wakapolres Jayapura Dicopot

share on:
Salah satu majelis Jemaat Allah Ninom, Nikius Bugiangge - Jubi/Arjuna
Salah satu majelis Jemaat Allah Ninom, Nikius Bugiangge – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Pasca penggeledahan rumah warga yang berada di sekitar lokasi Gereja Kingmi, Jemaat Allah Ninom yang terletak di ujung BTN Grand, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Minggu (9/8/2015) sekira pukul 11:50 WIT, oleh puluhan anggota polisi dari Polres Jayapura, pihak jemaat meminta Polda Papua mencopot Wakil Kapolres setempat.

Salah satu majelis Jemaat Allah Ninom, Nikius Bugiangge mengatakan, Wakapolres bertanggungjawab dalam aksi penggeledahan itu. Katanya, Wakapolres harus dicopot lantaran dia yang memerintahkan melakukan penggeledahan.

“Kami sudah tanya, dia bilang dia yanng suruh. Tapi kenyataan di lapangan lain. Ini perbuatan yang tidak benar. Kalau di hari – hari lain mungkin bisa dipahami, tapi ini di hari Minggu, ketika masyarakat sedang beribadah. Itu hari beribadah umat Kristen. Harus dihargai,” kata Nikius via teleponnya kepada Jubi, Selasa (11/8/2015).

Menurut Nikius, pihaknya sudah menyurat ke Polda Papua. Semua umat Kristen dari berbagai dedomonasi gereja di Papua, berencana melakukan demo damai ke Polda setempat. Pihak gereja lanjut dia, ingin Polda Papua minta maaf, dan menjelaskan ke publik akan hal itu, serta mencopot Wakapolres Jayapura.

“Waktu menggeledah rumah warga, anggota polisi seolah mau berperang atau mengejar teroris. Ada yang masuk lewat jendela ketika tak bisa membuka pintu rumah warga. Bahkan ada warga yang sakit ditodong dengan senjata. Ini maksunya apa,” ucap anggota DPR Papua itu.

Sebelumnya, Pdt. Yones Wenda yang memimpin ibadah ketika penggeledahan mengatakan, polisi masuk halaman gereja ketika ibadah berlangsung. Polisi mengepung rumah warga di belakang gereja baru yang belum diresmikan.

“Di rumah itu beberapa keluarga pemilik rumah sedang sakit. Polisi langsung todong senjata dari pintu depan, pintu belakang dan jendela. Keluarga pemilik rumah yang sedang sakit langsung ditodong dan disuruh berdiri. Mereka tidak menunjukkan surat perintah dan tidak mengatakan tujuan mereka. Langsung ambil noken orang-orang di rumah itu untuk diperiksa,” kata Pendeta Yones kepada Jubi, Minggu (9/8/2015).

Lanjut Pendeta Yones, Wakapolres menyatakan dia yang memerintahkan anggotanya melakukan penggeledahan karena rumahnya kecurian senjata dan HP. HP itu dideteksi penggunaannya di kompleks bapak-bapak, Waibu, Sabron dan di belakang Gunung Merah. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pasca Penggeledahan, Jemaat Minta Wakapolres Jayapura Dicopot