Forum PWNU Pastikan Gugatan Muktamar ke Pengadilan

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Forum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) memastikan akan menggugat pelaksanaan dan hasil Muktamar NU Ke-33 di Jombang, Jawa Timur, ke pengadilan.

“Dalam waktu dekat kami akan daftarkan gugatan ke pengadilan,” kata Ketua PWNU Banten, Makmur Masyhur, selaku juru bicara dalam jumpa pers, di Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Menurut Makmur, pengajuan gugatan itu merupakan kesepakatan dari 29 PWNU sebagai tindak lanjut penolakan mereka atas hasil muktamar yang mereka nilai sarat dengan pelanggaran AD/ART, rekayasa, dan manipulasi.

Mereka juga minta Mendagri agar tidak mengakui dahulu kepengurusan PBNU hasil Muktamar ke-33 NU serta memfasilitasi penengahan masalah keormasan di tubuh NU sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Meski akan menggugat hasil muktamar, Makmur menegaskan tidak ada perpecahan di tubuh NU pasca muktamar.

Menurutnya, langkah hukum diambil justru untuk menegakkan martabat organisasi sekaligus menyelamatkan NU dari pihak-pihak yang memanfaatkan NU untuk kepentingan pragmatis.

“Tolong dicatat, NU tidak pecah. Tidak ada NU tandingan,” kata Makmur, yang menggelar jumpa pers bersama 12 pengurus PWNU lainnya, antara lain dari PWNU Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Riau, dan Nusa Tenggara Barat.

Pihaknya mengharapkan keluarga besar NU dan para ulama dapat melihat persoalan yang terjadi terkait Muktamar ke-33 NU secara jernih dan utuh.

Dalam kesempatan itu sejumlah wakil PWNU membeberkan beberapa kejadian yang mereka nilai bagian dari upaya untuk memenangkan kompetisi di dalam muktamar secara tidak jujur, mulai dari pendaftaran peserta hingga sidang pleno. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Forum PWNU Pastikan Gugatan Muktamar ke Pengadilan