PerMAS, Induk Organisasi Pemuda Yang Berakar Sampai akar Rumput

share on:
Arfan Wattna (baju hijau) bersama rekan-rekannya di PerSMA disekretariatnya Prince ed Sangkhla University - Jubi / Engel Wally
Arfan Wattna (baju hijau) bersama rekan-rekannya di PerSMA disekretariatnya Prince ed Sangkhla University – Jubi / Engel Wally

Patani / Thailand, Jubi – Berbicara soal pelanggaran Hak Asasi Manusia di Patani sudah menjadi satu kewajiban yang begitu mendarah daging bagi kaum pemuda dan mahasiswa muslim Patani.

Mengikuti track record yang telah berlalu, dimana orang tua mereka jadi korban kekejaman sistem Pemerintahan Kerajaan Thailand, Persekutuan Mahasiswa Anak Muda dan Siswa Patani (PerMAS), satu induk organisasi pemuda yang membawahi puluhan organisasi pemuda lainnya bergerak sampai kepada akar rumput untuk mengkampanyekan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Organisasi ini lahir dan mendorong para pemuda dan mahasiswa untuk melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kekejaman pemerintahan yang tidak mementingkan hak –hak asasi manusia di Patani.
“Sejak organisasi ini terbentuk, semua aktifitas disegala bidang kita lakukan. Memang situasi dan kondisi saat ini tidak begitu keras seperti yang lalu, tetapi upaya dan daya tetap kita lakukan untuk kesejahteraan masyarakat Patani,” ujar Arfan Wattna, Mantan Direktur Advokasi Persma ketika menerima Kru Jubi di sekretariat Permas Prince ed Sangkhla University Patani, Sabtu (15/8/2015).

Sebelum PerMAS dibentuk, kata Arfan, Student Fedartions Southen Of Thailand (SFST), cikal bakal lahirnya PerMAS, Patani waktu itu di tahun 2007 melakukan aksi demonstrasi besar-besaran yang mayoritas pendemonya adalah para pemuda yang menuntut kejahatan militer terhadap masyarakat muslim Patani.
“Itu terus berjalan dan menjadi dasar bagi kami pemuda di Patani secara umum dan khususnya PerMAS, seluruh pemuda diaktifkan dalam segala bidang baik itu pendidikan, kesehatan, advokasi kepada masyarakat. Pelebaran sayap melalui organisasi sayap yang bernaung dibawah perSMA kita bentuk dimana-mana, hal ini dimaksud agar semua jenjang yang diusahakan oleh pemuda saat ini menjadi jaminan bagi masyarakat muslim Patani untuk dapat hidup dengan baik,” katanya.

Secara pribadi, Arfan mengaku selama aktif dalam organisasi banyak mengalami teror dari pihak militer, dan juga pemerintahan Thailand. Tetapi hal ini tidak menyulitkan dirinya untuk berhenti beraktifitas bersama puluhan organisasi yang telah dibentuknya.
“Ancaman yang saya terima sudah menjadi bagian dalam aktifitas saya setiap hari, bahkan pernah keluarga saya jadi taruhan ketika saya melakukan aktifitas yang dianggap menetang sistem pemerintahan kerajaan waktu itu,” ucapnya.

Saat ini PerMAS masih terus melakukan aktifitas yang telah disusun dalm program kerja. Hal ini dipadukan dengan organisasi – organisasi yang dibentuk sebagai jaringan PerMAS diberbagai tempat di Thailand.
“ Secara khusus kepada perempuan-perempuan Patani yang menjadi korban kekerasan dan bahkan saat ini status mereka sudah menjadi janda, kita terus melakukan pendampingan. Kedepannya kita akan melakukan pelayanan kesehatan bagi mereka, tidak hanya ibu-ibu saja, tetapi juga untuk remaja – remaja putri di Patani,” tambah Jareeyah Yusof selaku koordinator Mutiara salah satu organisasi sayap PerMAS. (Engel Wally)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PerMAS, Induk Organisasi Pemuda Yang Berakar Sampai akar Rumput