Pangkrasia Yem: New York Agreement Awal Penderitaan Orang Papua

share on:
Penandatanganan New York Agreement. Jubi/IST
Penandatanganan New York Agreement. Jubi/IST

Yogyakarta, Jubi – 15 Agustus 1962 Agustus adalah waktu di mana rakyat Papua memulai satu masa di mana msa yang penuh dengan penderitaan, kematian, pelecehan, pemerkosahan, pemusnahan (Genosida) dan perampasan tanah di atas tanahnya sendiri. Pada saat itu juga Papua Barat menjadi bagian dari Indonesia berdasarkan sebuah perjanjian sepihak yang dilakukan oleh Belanda, Indonesia di bawah tekanan Amerika yang difasilitasi oleh PBB di markas besar PBB di New York Amerika Serikat.

Dijelaskan, perjanjian New York berisi 29 pasal tentang West New Guinea. Perjanjian ini adalah perjanjian sepihak karena tidak melibatkan Rakyat Bangsa Papua Barat sebagai obyek hukum dan sekaligus sebagai subjek hukum untuk duduk bersama dan membuat perjanjian tersebut.

“Maka perjanjian New York adalah perjanjian penipuan, pencaplokan, pembunuhan, pemusnahan bagi Bangsa Papua Barat sehingga kami Bangsa Papua Barat merasa dikorbankan. Untuknya, kami minta pemerintah Belanda, Indonesia, Amerika, dan PBB segera bertanggung jawab terhadap bangsa Papua Barat,” jelas Pangkrasia Yem, ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Merauke, kepada Jubi, Sabtu (15/8/2015).

Lanjut Yem, “Kami juga minta negara-negara Pasifik dan lembaga hukum internasional (ILWP) dan mohon dukungan moral masyarakat internasional untuk menggugat perjanjian New York di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag – Belanda agar kami bangsa Papua Barat boleh menentukan nasib sendiri melalui mekanisme referendum,” katanya.

Sementara itu, Bazoka Logo, jubir nasional KNPB menambahkan, peralihan administrasi bangsa Papua Barat dari kolonial Belanda kepada PBB atas kepentingan dan desakan Amerika Serikat. Lalu PBB menyerahkan Administrasi Bangsa West Papua kepada Indonesia pada tanggal 3 Mei 1963.

“Dan pasal-pasal lainnya demi mengamankan kepentingan ekonomi Amerika Serikat yang disebut dengan PT.Preeport Indonesia,” terangnya. (Arnold Belau)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pangkrasia Yem: New York Agreement Awal Penderitaan Orang Papua