Polresta Jayapura Musnahkan 10 Ton Minol Jenis CT dan Sopi

share on:
Proses pemusnahan barang bukti Minol Ilegal jenis CT dan Sopi – Jubi/Munir
Proses pemusnahan barang bukti Minol Ilegal jenis CT dan Sopi – Jubi/Munir

Jayapura, Jubi – Sebanyak 10 ton minuman beralkohol (Minol) illegal jenis cap tikus (CT) dan sopi dimusnahkan oleh Kepolisian Daerah Papua, Khusus Kota Jayapura. Barang tersebut merupakan sitaan yang berhasil diamankan sejak bulan Januari hingga Agustus 2015. Pemusnahan dilakukan dengan cara membuang ke laut lepas.

 

Pemusnahan berlangsung di Lokasi Pelabuhan Laut Jayapura, Kota Jayapura, Senin (17/8/2015) dan dihadiri oleh Lukas Enembe, Gubernur Papua, Brigjen.Pol. Paulus Waterpauw Kapolda Papua, AKBP. Jeremias Rontini, Kapolres Jayapura Kota, dan beberapa pejabat DPR Papua.

Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari Anggota Polresta dan Polisi Sektor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Laut Jayapura.

AKBP,Jeremias Rontini, Kapolresta Jayapura, mengatakan bahwa penanganan Minuman Beralkohol (Minol) ilegal saat ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, yang mana pelakunya hanya ditahan satu dua hari kemudian dilepas.

“Setelah kita dapat,kita kenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan ancaman hukuman 3 bulan kurungan. Sedikit memberikan efek jera kepada pelaku,” kata Rontini di lokasi pemusnahan, Senin (17/8/2015).

Ditempat yang sama, Brigjen Pol. Paulus Waterpauw, Kapolda Papua, mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan kerjasama dari semua stakeholer untuk mendukung kepolisian dalam mebentengi masuknya Minol illegal ke Papua.

“Intinya hari ini kita hadirkan bapak Gubernur untuk memberikan semangat bagi kita semua bahwa kita mau serius menangani minuman keras yang non pabrikan ini,” kata Waterpauw.

Waterpauw, berpesan kepada jajarannya di kepolisian agar, sedikit memberikan sangsi yang bisa menekan peredaran atau masuknya minuman dengan kadar alkohol yang sudah melebihi 43 persen bahkan ada yang samapi 90 persen. Agar generasi muda Papua bisa selamat dari ancaman minol.

“Harus punya sedikit ketegasan tentang upaya ini sehingga bisa membentengi anak – anak kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Papua,Lukas Enembe dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran Minol jenis cap tikus sangat bertolak belakang dengan program pemerintah untuk upaya memperpanjang usia harapan hidup, bahkan upaya penyelamatan ibu dan anak sebab Minol juga cukup banyak merengut nyawa pemuda papua.

“Ini mama – mama melahirkan luar biasa tapi anak – anak papua mati luar biasa, karena Minol tersebut,” katanya. (Munir)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polresta Jayapura Musnahkan 10 Ton Minol Jenis CT dan Sopi