Alawi: Patani Seperti Papua, Jadi Daerah Operasi Militer

share on:
Dua Aparat Keamanan Thailand Ketika Berjaga - Jaga di Salah Satu Titik di Wilayah Patani - Jubi/Engelbert Wally
Dua Aparat Keamanan Thailand Ketika Berjaga – Jaga di Salah Satu Titik di Wilayah Patani – Jubi/Engelbert Wally

Patani/Thailand, Jubi – Wilayah Patani, tiga provinsi di wilayah Selatan Thailand menjadi kini menjadi Daerah Operasi Militer (DOM) Pemerintah Kerajaan Thailand. Kondisi itu sama seperti yang pernah diberlakukan untuk Papua dan Aceh.

Di Patani, pos penjagaan polisi, militer bersenjata lengkap dan para relawan keamanan ada dimana – mana. Menurut warga Patani, itu sudah terjadi sejak 2005 lalu, pasca insiden 2004 ketika sekelompok santri menyerang militer yang berujung serangan balasan militer dan menyebabkan sedikitnya 170 orang santri meninggal dunia.

Salah kampung di Ubang, Bandang Sta, Yala, Alawi mengatakan, kampung Ubang merupakan daerah yang dinilai ‘merah’ oleh militer Thailand, karena dianggap menjadi persembunyia para pejuang Patani.

“Sejak 2007 hingga kini, wilayah ini masih jadi DOM. Tapi orang luar tak tahu. Sama seperti Papua dan Aceh yang pernah jadi DOM. Saya memang belum ke Papua, tapi saya pernah punya kawan dari Papua ketika saya kuliah di Universitas Pasundan (Unpas), Bandung,” kata Alawi ketika berbincang – bincang dengan Jubi, Senin (17/8/2015).

Menurut angkatan 1993 di Unpas yang akrab disapa Coliwi tersebut, pada jaman itu, Presiden Soeharto mengerahkan banyak militer ke Papua dan Aceh untuk melakukan pengamanan untuk melawan pihak yang menentang negara Indonesia kala itu.

“Kondisi di Papua dan Aceh sama seperti di Ubang sekarang ini. Kampung ini kawasan yang sangat dicurigai. Ada gunung yang dianggap lokasi strategis untuk jadi persembunyian pejuang Patani. Sudah 11 tahun kampung ini tak tenang. Setiap pagi dan sore, militer berpatroli dengan senjata lengkap,” ucapnya.

Katanya, camp militer dibangun di setiap kampung. Masyarakat juga dimanfaatkan sebagai mata – mata, untuk memantau pergerakan warga yang mencurigakan.

“Di sini banyak masyarakat yang jadi mata – mata militer. Kehidupan mereka lebih mapan. Punya rumah dan kendaraan bagus. Pada 2007, ada pengerahan militer secara besar – besaran ke wilayah ini. Ketika itu ada kurang lebih 200 orang ditangkap. Mereka dibawa ke camp militer selama enam bulan,” katanya.

Warga Ubang lainnya, Abdul Latif, wakil Ketua RT setempat mengatakan, ia salah satu yang ditangkap militer ketika itu. Bersama warga lain, Latif diintrogasi di camp militer dan didoktrin untuk memiliki rasa nasionalisme terhadap Kerajaan Thailand.

“Kerajaan juga menggunakan para ulama – ulama yang pro pada kerajaan untuk mendoktrin warga agar setia pada kerajaan. Warga yang ditangkap waktu itu disuntik semacam obat bius di bagian belakang, agar tak melawan. Wilayah ini dianggap berbahaya karena sering terjadi perlawanan dari masyarakat,” imbuh Abdul Latif. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Alawi: Patani Seperti Papua, Jadi Daerah Operasi Militer