LSM, Ormas Dan Aktivis Di Pattani Bekerja Secara Swadaya

share on:
Aktivis dan Pekerja sosial Pattani yang sedang berbagi pengalaman mereka - Jubi / Engel Wally
Aktivis dan Pekerja sosial Pattani yang sedang berbagi pengalaman mereka – Jubi / Engel Wally

Patani / Thailand, Jubi – Membangun sebuah organisasi memang tidak semudah seperti membangun sebuah telapak tangan, bahkan yang biasa dipikirkan oleh  semua pihak. Banyak faktor pendukung yang mesti di persiapkan secara matang – matang, tetapi kesiapan dan komitmen pribadi menjadi faktor penentu berjalan atau tidaknya sebuah organisasi.

Hal ini berdasarkan sebuah fondasi yang nantinya menjadi satu pijakan ketika organisasi tersebut berdiri dan berjalan.

 

 

Indonesia secara umum termasuk dalam negara-negara yang memiliki banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Partai Politik (Parpol), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Lembaga – lembaga lainnya yang terbentuk dalam sistem Pemerintahan bahkan non Pemerintahan.

 

Organisasi ini lalu kemudian untuk berjalan dan menjalankan semua program kerja yang telah di tentukan selalu mengandalkan ketersediaan finansial yang telah diusulkan kepada induk organisasi. Hal ini juga terjadi di Papua, sejumlah organisasi kemasyarakatan dan juga LSM serta organisasi lain agak kesulitan untuk menjalankan program kerja yang telah disusun tanpa adanya dukungan dana.

 

Lalu, kenapa sejumlah LSM dan Organisasi kemasyarakatan di Patani, Yala, Narathiwat tiga Provinsi di Selatan Thailand dapat berjalan secara swadaya dan usaha yang bersifat mandiri.

 

“ Semua program kerja yang ada dalam Lembaga ini dijalankan tanpa ada dukungan dari pemerintah atau lembaga donor lainnya, semuanya secara swadaya dari kami yang ada dalam organisasi ini,” jelas Cheerif Sa-id Sekretaris Jenderal Intelectual Of Patani (Insouth), Selasa (18/8/2015).

 

Menurutnya, sebuah organisasi atau lembaga dapat berjalan dengan baik apabila ada komitmen dan keseriusan dari mereka yang terlibat didalamnya. Selain itu kata dia  harus juga pandai mencari dan memiliki usaha yang sifatnya mandiri, sehingga proses berjalannya organisasi tidak tergantung oleh finansial.

“ Harus punya usaha sendiri, karena dengan usaha kita dapat menghidupi diri kita, tetapi juga untuk organisasi,” ungkapnya.
Senada dengan hal ini, Rusman salah satu aktivis Wartani mengaku kalau dirinya bersama rekan aktivis lainnya di wartani sering menerima job atau pekerjaan sampingan dari masyarakat.

“ Kami sering membuat video dokumentasi dari masyarakat yang mengadakan pesta, baik pernikahan, ulang tahun dan juga dokumentasi lainnya. Hasil dari situ yang kemudian kita swadaya kembali kepada organisasi kami. Tidak ada sumbangan dari lembaga donor apalagi pemerintah, karena kami mau organisasi ini benar –benar bekerja untuk kepentingan masyarakat, “tandasnya. (engel Wally).

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LSM, Ormas Dan Aktivis Di Pattani Bekerja Secara Swadaya