“PR” Besar Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Untuk Papua

share on:
Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono - Jubi/Roy Ratumakin.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berjanji di tahun 2016 mendatang beberapa pekerjaan yang terbengkalai baik itu jalan, perumahan dan irigasi baik sekunder maupun primer di Papua diselesaikan.

 

“Saya kemarin ke Yahukimo melihat progres pekerjaan PU dan Perumahan Rakyat. Ada tiga hal yang saya dapatkan disana yaitu pertama menyelesaikan atau menyempurnakan akses ke pelabuhan atau akses keluar dari Yahukimo, karena disana banyak jembatan yang belum selesai dan itu yang saya programkan harus selesai pada tahun 2016,” katanya kepada wartawan di ruang VVIP Bandar Udara Sentani, Rabu (19/8/2015).

Yang kedua adalah irigasi pada persawahan 3200 hektar di salah satu distrik di Yahukimo. “Kami juga akan lanjutkan di tahun 2016 untuk saluran irigasi sekunder dan primernya. Ketiga adalah perumahan. Ada beberapa perumahan yang sudah selesai namun belum dihuni karena belum adanya listrik dan air bersih. selain itu ada jalan-jalan dari Wamena tembus Oksibil dan Oksibil tembus Dekay,” ujarnya.

Ditempat sama, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X Wilayah Papua dan Papua Barat Osman Marbun mengatakan, 825 kilometer Jalan Trans Papua yang belum dikerjakan dominan berada di kabupaten-kabupaten pemekaran yang terletak di daerah pegunungan, seperti Yahukimo, Nduga, dan Puncak.

Ia pun menuturkan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X memprioritas pengerjaan dua ruas jalan pada tahun ini, yakni Deikai Oksibil sepanjang 29 kilomter , dan Wamena-Jayapura yang mencapai 104 kilometer.

“Rencananya kami akan menyelesaikan pembangunan ketiga ruas jalan ini pada tahun 2016. Total anggaran untuk pengerjaan seluruh ruas jalan sebesar Rp 43 triliun,” papar Osman.

 

Arogansi Legislator Asal Papua

Anggota DPR RI asal Papua, Elion Numberi membatasi para wartawan ketika mewancarai Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat, Basuki HM di ruang VIP Bandara Udara Sentani.

Pantauan dilapangan, ketika awak media sedang mengelilingi untuk mewawancara Basuki HM, legislator asal Papua itu terkesan menghalangi wartawan untuk mewawancarai sang menteri dengan alasan pesawat Garuda yang akan ditumpangi segera berangkat.

Pelarangan itu, sontak saja menimbulkan reaksi dari para awak media yang sejak dua hari lalu meliput perkembangan korban pesawat Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang. Sempat terjadi adu mulut antara awak media dengan legislator dari partai Dolkar tersebut.

“Anggota dewan kok sikapnya begitu, seharusnya kami diberikan ruang. Kami kesini diundang oleh Menteri PU,” kata Roberth Isodorus Vanwi, kontributor Beritasatu.com.

Elion Numberi, usai mendampingi Menteri PU ke pintu pesawat Garuda mencoba berikan penjelasan kepada wartawan terkait sikapnya tersebut.

“Saya hanya ingin sampaikan ke beliau bahwa waktu tunggu pesawat Garuda untuk kita cukup lama. Makanya itu saya jelaskan tadi,” katanya. (Roy Ratumakin)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “PR” Besar Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Untuk Papua