Kecelakaan Trigana, Menhub Akan Tutup Bandara Oksibil Jika Tidak Layak

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, akan menutup Bandara Oksibil jika bandara tersebut terbukti tidak layak dan tidak memenuhi standar operasional.

“Kalau Bandara Oksibil tidak layak diterbangkan, saya akan tutup,” kata Jonan, saat ditemui usai Rapat Umum Anggota Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (Insa), di Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Namun, menurutnya, bandara tersebut masih layak diterbangi karena setiap harinya terdapat belasan penerbangan yang dilakukan dari dan ke Bandara Oksibil.

“Setiap hari ada belasan penerbangan, enggak apa-apa, pasti ada standarnya,” katanya.

Jonan menegaskan penerbangan yang dilakukan Trigana Air bukan merupakan penerbangan perintis tetapi penerbangan berjadwal.

Saat ini, lanjutnya, fokus pemerintah terkait jatuhnya pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL 257 tersebut, yakni mengevakuasi korban agar bisa dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Seluruh 54 jenazah sudah tiba di Bandara Sentani, Kamis (20/8), pukul 11.04 WIT, untuk dilakukan proses identifikasi di Rumah Sakit Bayangkara Jayapura.

Sebelumnya, Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto Rahardjo mengatakan kendala di Bandara Oksibil yakni tidak terjaminnya listrik, yang terkadang mati dan menyala.

Karenanya, pilot yang menerbangkan pesawat ke bandara di pedalaman Papua harus merupakan pilot yang mempunyai jam terbang andal karena selama ini hanya mengandalkan visual.

“Untuk radar di Bandara Oksibil sendiri hidup, yakni yang ‘primary’, namun yang ‘secondary’ tidak berfungsi normal. Saat ini dilengkapi VHF Radio, ‘air to ground’, ‘point to point’ dan navigasi VOR-NDB,” katanya. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kecelakaan Trigana, Menhub Akan Tutup Bandara Oksibil Jika Tidak Layak