DPRP Ingin Tak Hanya Tanjung Elmo yang Ditutup

share on:
Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge - Jubi/Arjuna
Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Penutupan tempat prostitusi Tanjung Elmo, Kabupaten Jayapura pekan lalu, mendapat dukungan dari DPR Papua. Namun parlemen ingin penutupan tak hanya di Tanjung Elmo, namun tempat – tempat prostitusi lain di seluruh Papua. 

Anggota Komisi I DPR Papua, bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge mengatakan, penutupan tanjung Elmo dilakukan Menteri Sosial RI, Kofifah Indarparawansa. Ini salah satu program Presiden Jokowi agar Indonesia bebas prostitusi.

“Saya mendukung penutupan Tanjung Elmo. Tapi jangan hanya Tanjung Elmo, semua tempat prostitusi di Papua juga harus ditutup. Termasuk Timung (panti pijat) dan Bar. Misalnya di Kota Jayapura, serta lokalisasi di Merauke, Nabire, dan Timika,” kata Emus di Jayapura, Senin (24/8/2015).

Menurutnya, pekerja di Timung dan Bar, juga rentan terkena HIV. Apalagi belum tentu setiap bulannya mereka melakukan tes HIV (VCT).

Katanya, Timung, Bar, dan lokalisasi tak memberikan dampak apapun terhadap masyarakat. Justru itu akan merusak hubungan rumah tangga, dan menyebabkan penyebaran HIV/AIDS di Papua.

“Saya harap pemerintah kabupaten/kota di Papua juga bertindak. Jangan beralasan bisa menimbulkan dampak, sehingga tak berani menutup Bar, Timung, dan lokalisasi,” ucapnya.

Sebelumnya, anggota DPR Papua lainnya, Laurenzus Kadepa mengatakan, meski penutupan Tanjung Elmo atau yang dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan Sentani Kiri tersebut, belum tentu menyelesaikan masalah, namun langkah berani Pemkab Jayapura perlu diapresiasi.

“Saya mendukung langkah yang diambil Bupati Jayapura menutup lokalisasi Tanjung Elmo. Pemimpin jangan hanya bicara ata berteori, harus berani mengimplementasikan,” kata Kadepa via pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu (23/8/2015). (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPRP Ingin Tak Hanya Tanjung Elmo yang Ditutup