Pariwisata Tetap Normal Setelah Bangkok di Bom

share on:

Bangkok, Jubi/Antara/AFP – Pemerintahan militer Thailand, Selasa (25/8/2015), menegaskan bahwa pariwisata -yang sangat penting bagi negara itu- tidak terpengaruh oleh serangan bom mematikan pekan lalu, setelah polisi memeriksa seorang sopir taksi, yang diyakini sebagai tersangka utama.

Pengeboman di kuil Erawan, Bangkok, itu menewaskan 20 orang, termasuk 14 warga asing dan dan menjadi serangan tunggal terburuk dengan jumlah korban terbanyak di Thailand. Meski delapan hari berlalu, polisi tampak belum berhasil melacak tersangka utama sebenarnya, yang tertangkap kamera pengintai sedang meninggalkan tas sebelum terjadi ledakan.

Sebagian besar yang tewas adalah peziarah Tionghoa dari berbagai wilayah Asia, yang berada di kuil Hindu tersebut untuk mendapatkan keberuntungan sebagaimana yang mereka percayai.
Serangan bom yang terjadi pada 17 Agustus tersebut, adalah insiden pertama yang menewaskan banyak wisatawan di Thailand, sehingga ikut merusak reputasi negara tersebut sebagai daerah tujuan wisata yang aman.

Namun, pemerintah militer dengan susah payah berusaha untuk menyakinkan bahwa kondisi di Thailand sudah pulih seperti sebelumnya.
“Jumlah wisatawan di tempat wisata terkenal baik di Bangkok maupun propinsi lain masih tetap tinggi,” kata Kolonel Winthai Suvaree, juru bicara junta militer tanpa memberikan angka pasti.
Pihak berwajib sampai saat ini belum melakukan penahan atau pun mengungkapkan kelompok yang berada dibalik ledakan.

Kepolisian meyakini bahwa tersangka utama, pria muda dengan rambut ikal berwarna kuning dan memakai kaus oblong, yang menyamar, adalah bagian dari jaringan asing. Pengakuan seorang supir taksi menambah keyakinan tersebut karena disebutkan bahwa pria itu meminta diantar ke Hua Lamphong, stasiun kereta, hanya beberapa jam sebelum terjadi ledakan.
“Dia hanya mengatakan kalimat Hua Lamphong dan terdengar seperti orang asing berbicara bahasa Thailand,” kata sopir taksi, yang menolak menyebutkan namanya ketika ditanya wartawan seusai diperiksa polisi.

Kepolisian mengatakan bahwa mereka bekerja siang malam untuk mengindetifikasi pelaku.

Namun, usaha polisi tersebut menemui hambatan karena adanya kerusakan pada beberapa kamera pengintai dan hanya satu yang berfungsi dari empat kamerea yang ada di berbagai sudut kota. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pariwisata Tetap Normal Setelah Bangkok di Bom