Tambang Pasir Gencar, Sorong Dilanda Banjir

share on:

Sorong, Jubi – Akibat drainase jalan yang tersumbat pasir dan lumpur kondisi jalan di sekitar perumahan Missi Malanu Kampung hingga Kolam Buaya, Sorong, Papua Barat kerap dilanda banjir. Drainase rupanya tak mampu menampung debit air yang banyak.

Rabu (26/8/2015) sore, banjir setinggi lutut orang dewasa melanda kawasan sekitar pertigaan perumahan Missi menuju Kolam Buaya dan Arteri. Akibatnya mobil dan motor tak melintasi kawasan itu. Banjir yang diduga akibat galian C (tambang pasir) yang marak membuat warga sekitar kawasan itu kesal, sebab air kerap memasuki pekarangan rumah warga. Aji, seorang warga mengatakan, banjir disebabkan karena drainase sudah dipenuhi pasir dan lumpur akibat adanya usaha galian C di sekitar gunung Malanu. Limbah hasil pencucian pasir dan tanah timbunan selalu mengalir dan memenuhi parit.

“Jadi, kalau hujan sedikit saja pasti kita kebanjiran karena drainase tidak bisa menampung debit air,” ujar Aji di seputar Kolam Buaya ketika ditemui Jubi, Rabu.

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Sorong Kota dan DPRD setempat segera menegur para pengusaha galian C agar tidak mengesampingkan dampak lingkungan karena akan sangat berbahaya jika terus dibiarkan.

“Kalau bisa diwajibkan setiap perusahaan yang beroperasi agar membersihkan drainase yang terkena dampak usaha merekan jangan hanya ambil enaknya, masyarakat yang menderita,” katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Sorong, Yulian Kely Kambu, S.T. ketika dikonfirmasi Jubi membenarkan hal itu. Ia mengatakan, penggali pasir kerap membuang limbahnya ke selokan sehingga parit terseumbat.

“Mereka yang sering bikin ulah sehingga banjir ini ada,” kata Yulian Kely Kambu. (Niko MB)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tambang Pasir Gencar, Sorong Dilanda Banjir