Kepulauan Trobriand, Benteng terakhir Budaya Melanesia

share on:
Masyarakat asli di kampung Tukwa'ukwa - Bronislaw Malinowski
Masyarakat asli di kampung Tukwa’ukwa – Bronislaw Malinowski

Jayapura, Jubi – Kepulauan Trobriand adalah kepulauan atol karang seluas 450 km² kepulauan atol di lepas pantai timur Papua New Guinea. Kepulauan ini merupakan bagian penting dari bangsa Papua New Guinea dan terletak di Milne Bay Province.

Sebagian besar penduduk asli kepulauan ini hidup di pulau utama Kiriwina, yang juga merupakan pusat pemerintah Milne Bay Province. Pulau besar lainnya adalah Kaileuna, Vakuta dan Kitava. Kelompok masyarakat ini dianggap sebagai ekoregion hutan hujan tropis penting dan membutuhkan konservasi.

Penduduk kepulauan ini sebagian besar merupakan petani subsisten yang tinggal di pemukiman tradisional. Struktur sosial didasarkan pada klan matrilineal yang mengendalikan lahan dan sumber daya. Pada akhir abad kedua puluh, masyarakat kepulauan ini terlibat dalam gerakan anti-kolonial dan gerakan otonomi budaya. Hingga saat ini otonomi budaya masyarakat kepulauan Trobriand masih dihormati oleh pemerintah PNG. Karenanya, tidak salah jika mereka disebut benteng terakhir kebudayaan Melanesia. (Victor Mambor)

Lanjut baca Kepulauan Trobriand, Benteng terakhir Budaya Melanesia

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kepulauan Trobriand, Benteng terakhir Budaya Melanesia