Umat Ditembak, DPRP Ingatkan Pimpinan Gereja Bersuara

share on:
Salah satu korban yang ditembak oleh dua oknum TNI di Timika saat acara pukul Tifa. Jubi/Dok
Salah satu korban penembakan yang diduga dilakukan oknum TNI di Timika – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Pasca penembakan terhadap beberapa warga di Mimika Papua, yang diduga dilakukan oknum dan mengakibatkan dua masyarakat meninggal dunia, Jumat (28/8/2015) disikapi DPR Papua. Parlemen mengingatkan pimpinan gereja setempat, tak tinggal diam.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa mengatakan, uskup Mimika jangan diam, ketika umatnya ditembak. Uskup harus bersuara karena korban adalah umat Khatolik.

“Saya sudah kroscek kepada warga melalui telpon, dan penembakan dilakukan oleh anggota TNI yag bertugas di sana. Kami kasus ini harus Uskup tak boleh diam karena umat ditembak,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Jumat (28/8/2015).

Menurutnya keterangan warga, korban penembakan berjumlah enam orang. Tiga diantaranya meninggal dunia. Katanya, jika ada informasi lain yang berbeda dari berbagai pihak, itu hal biasa.

“Awalnya masyarakat menggelar acara syukuran di Jalan Koperaoka, Timika. Mereka melalang jalan karena ada acara. Dua oknum TNI menerobos palang. Masyarakat bertanya kepada keduanya. Namun tiga teman oknum TNI itu datang dan terjadilah penembakan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tiga terluka,” ucapnya.

Katanya, pengalaman selama ini, setiap ada warga yang jadi korban penembakan versi dari berbagai pihak selalu berbeda. Lanjutnya, ia berbicara atas dasar kemanusiaan.

“Saya tidak peduli dengan versi siapa pun. Tapi itu merupakan pelanggaran HAM. Seharusnya aparat melindungi dan mengayomi masyarakat bukan menembak. Uskup untuk harus bicara terkait kasus itu dan mendesak Pausbicara untuk mengakhiri krisis kemanusian di Papua,” katanya.

Seorang oknum TNI di Mimika, Papua diduga menembak sejumlah warga, Jumat (28/8/2015). Informasi yang didapat Jubi dari sumber yang tak mau disebutkan namanya, aksi itu terjadi di Jalan Koperapoka, Timika sekira pukul 02.35 WIT.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel (Inf) Teguh Pudji Raharjo membenarkan kejadian itu. Namun menurutnya, korban yang terkena luka tembak berjumlah empat orang, dua diantaranya meninggal dunia.

” Korban adalah Imanuel Mairimau (23 tahun) meninggal dunia, Yulianus Okoare (23 tahun) meninggal dunia, Martinus Apokapo (24 tahun) luka di pinggang kiri, dan Martinus Imaputa (17 tahun) luka di kaki. Kejadian di Jl. Bhayangkara, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Ketika itu, Sersan Satu (Sertu) As, dari Kodim 1701 Mimika dikeroyok massa, ketika ia berniat menjemput Sersan Kapala (Serka) Makher yang saat itu dikeroyok massa di Koperapoka,” kata Teguh Pudji Raharjo via pesan singkatnya kepada sejumlah wartawan, Jumat (28/8/2015). (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Umat Ditembak, DPRP Ingatkan Pimpinan Gereja Bersuara