Listrik di Perbatasan RI-PNG Kini Menyala 24 Jam

share on:

Jayapura, Jubi – Warga di perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini (RI-PNG) sejak Sabtu (29/8/2015) sudah bisa menikmati penerangan listrik selama 24 jam penuh setelah diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.

General Manager (GM) PT. PLN (Persero) wilayah Papua dan Papua Barat, Robert Sitorus mengatakan bahwa pembangunan listrik di wilayah perbatasan RI-PNG tersebut dimulai sejak awal tahun 2015 dan sudah selesai pada bulan Juni 2015.

“Pada hari ini, Sabtu (29/8/2015) kami minta kepada Benhur Tomi Mano, Wali Kota Jayapura untuk meresmikan listrik 24 jam di wilayah perbatasan ini. Sejak hari ini masyarakat disini sudah bisa menikmati listrik sama seperti di wilayah perkotaan,” kata Sitorus di Skouw, Distrik Muara Tami, Perbatasan RI-PNG, Kota Jayapura, Sabtu (29/8/2015).

Pihaknya berharap dengan beroperasinya listrik di wilayah perbatasan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Perlu saya ingatkan, bahwa pembangunan listrik ini bukan merupakan bantuan. Oleh sebab itu, kami berharap kepada seluruh masyarakat yang akan menyambung listrik, nantinya harus membayar biaya penyambungan, uang jaminan langganan dan lain-lain sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

“Listrik ini bukan gratis, tetapi harus dibayar sesuai ketentuannya. Saya minta dukungan kepada semua masyarakat agar tertib dalam membayar listrik, agar listrik di wilayah perbatasan ini bisa tetap menyala,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan di wilayah perbatasan tersebut terdapat enam kampung yaitu, kampung Mosso, Koya Tengah, Holtekamp, Skouw Sae, Skouw Mabo dan Yambe.

“Sesuai dengan program saya yaitu, Jayapura terang benderang. Dan PLN telah mendukung penuh program Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura tersebut, untuk menjadikan Kota Jayapura terang benderang sampai ke daerah perbatasan,” kata Mano. (Munir)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Listrik di Perbatasan RI-PNG Kini Menyala 24 Jam