Pemerintah Tonga Batal Ratifikasi CEDAW ?

share on:
: Perempuan Tonga memprotes Komite PBB tentang Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan, dengan alasan itu termasuk klausul kontra-budaya seperti pernikahan sesama jenis dan aborsi - Broadcomfm Broadcasting / Facebook
: Perempuan Tonga memprotes Komite PBB tentang Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan, dengan alasan itu termasuk klausul kontra-budaya seperti pernikahan sesama jenis dan aborsi – Broadcomfm Broadcasting / Facebook

Jayapura, Jubi – Setelah lebih tiga bulan setelah mendapat penolakan warga, Pemerintah Tonga nampaknya akan mengurungkan niatnya untuk meratifikasi Konvensi PBB untuk Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention for the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women/CEDAW).

Media setempat, Matangi Tonga, melaporkan Perdana Menteri Tonga, Akilisi Pohiva, mengatakan kepada parlemen Tonga pada Senin (31/8/2015) bahwa pemerintah tidak akan meratifikasi konvensi Penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Dalam penyampaiannya dihadapan anggota Parlemen Tonga, Pohiva menyatakan keprihatinan atas bagaimana negara tersebut terpecah karena masalah CEDAW. Untuk itu, ia mengatakan pemerintah akan mundur dari rencana ratifikasi CEDAW untuk meredakan ketegangan di masyarakat.

Perdana Menteri Pohiva mengatakan pendekatan pemerintah terhadap perdebatan konvensi tersebut, pemerintah akan memperkenalkan RUU tentang referendum ke parlemen dimana memungkinkan Tonga untuk mengadakan referendum tentang menerima atau menolak ratifikasi konvensi CEDAW.

Kabinet pemerintah mengumumkan niatnya untuk meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan tersebut pada awal tahun ini. Macam-macam reaksi bermunculan dari kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok gereja.

Beberapa petisi dan protes diikuti ajakan untuk melawan pengakuan konvensi itu melibatkan lembaga agama. Alasan penolakan itu dikatakan memberi kekhawatiran tinggi bahwa dengan adanya pengakuan CEDAW maka hal itu akan memungkinkan pernikahan sesama jenis dan melegalkan tindakan aborsi.

Tonga merupakan salah satu dari tujuh negara, termasuk Amerika Serikat, yang belum meratifikasi konvensi CEDAW. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Tonga Batal Ratifikasi CEDAW ?