Delapan Pelari Papua Gagal ke PON Jabar

share on:
Final 110 Gawang Putra, Pelari Papua Prasetyo Utomo Di Lintasan 7 tertinggal dari pelari-pelari lainnya - Istimewa
Final 110 Gawang Putra, Pelari Papua Prasetyo Utomo Di Lintasan 7 tertinggal dari pelari-pelari lainnya – Istimewa

Jakarta, Jubi – Tujuh pelari asal Papua yang turun di nomor 400 meter putra-putri dan satu pelari gawang putra 110 meter gagal lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar) 2016 mendatang.

Para pelari yang gagal itu adalah tiga pelari putra yakni Hartaban Nunaki, Erens Batibalyo, Willem Patai dan empat pelari putri antara lain Vege Manori, Yenni Lily Aronggear, Debora Kadam dan Soteria A Mniber.

Nasib yang sama juga dialami pelari 110 meter Gawang Putra, Prasetyo Utomo. Pada partai final, Prasetyo menempati posisi juru kunci dari delapan atlet yang berlomba dengan catatan waktu 15.70 detik.

Limit waktu PON 15.00 detik, itu berarti Prasetyo tidak lolos ke PON XIX Bandung Jawa Barat. Dinomor ini, pemegang rekor nasional Rio Maholtra dari Sumatera Selatan kembali membuktikan dirinya sebagai sang juara dan berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 14.24 detik, disusul peraih medali perak Ricky Wibowo dari Jawa Barat dengan catatan waktu 4.74 detik dan Arasy Akbar Witarsa keluar sebagai juara 3 dengan waktu 14.80 dan berhak menerima perunggu.

Pada hari ketiga, Jumat (04/9/2015), Kontingen Papua akan kembali turun dinomor bergengsi yakni nomor 400 gawang, nomor 4 x 100 Estafet, 4 x 400 Estafet putra dan putri, Lempar Lembing.

Diharapkan pada Jumat ini, pelari Papua dibawah komando pelari 400 meter gawang, Dominikus Ndiken dapat menambah pundi-pundi medali emas dan lolos PON XIX Jawa Barat. (Alexander Loen)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Delapan Pelari Papua Gagal ke PON Jabar