Raih Perunggu, Alosius Minta Pelatih Khusus

share on:
Alosius Mahuse (kanan) Foto  Bersama Dua Atlet Atletik Usai Menerima Medali Perunggu - Jubi/Alex
Alosius Mahuse (kanan) Foto Bersama Dua Atlet Atletik Usai Menerima Medali Perunggu – Jubi/Alex

Jakarta, Jubi – Kontingen Atletik Papua pada hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Junior dan Senior Kualifikasi PON XIX Jawa Barat berada di peringkat empat. Hingga Kamis sore (03/09/2015), Tim Papua hanya mendapat satu tambahan medali perunggu dari nomor lempar cakram putra atas nama Alosius Mahuse.

Final Lempar Cakram yang berlangsung di Stadion Atletik Rawamangun Jakarta, diikuti 16 atlet dari Jawa Timur, Riau, Papua, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sumatera Barat Lampung, Nusa Tenggara Barat, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Riau.

Pada partai final, atlet lempar cakram Papua, Alosius Mahuse hanya mampu melempar sejauh 43.14 meter. Sedangkan medali emas diperoleh Hermanto asal Jawa Timur dengan lemparan 49.06 meter disusul peraih medali perak Taufik Nurahman dengan lemparan sejauh 45.69.

Alosius Mahuse dalam keterangannya kepada pers mengatakan, dirinya tidak puas dengan hasil lemparannya itu. Oleh karena itu, dia siap berbuat yang terbaik bagi Papua pada event selanjutnya.

“Saya tidak puas dengan hasil lemparan saya. Pada final tadi, ada empat lemparan saya yang dinyatakan diskualifikasi. Makanya saya akan memperbaiki teknik saya sehingga bisa berbuat yang terbaik pada event selanjutnya,” kata Mahuse.

Menanggapi hal itu, pelempar asal Merauke ini mendesak Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Papua untuk mencari pelatih spesialisasi lempar cakram sehingga dapat meningkatkan tekhnik lemparannya.

Mahuse mengaku selama ini pelatih yang mendampinginya adalah pakar lempar lembing dan bukan spesialisasi lempar cakram sehingga sering terjadi miss komunikasi.

“Saya minta supaya bapak-bapak pengurus dapat membantu dengan mendatangkan pelatih yang benar-benar memiliki spesialisasi lempar cakram sehingga dapat mendukung saya dalam meningkatkan tekhnik dan kualitas lemparan saya,” ucapnya.

Sementara itu, pada final nomor lontar martil yang diikuti atlet Papua atas nama Anita Rohman juga gagal mempersembahkan medali dan tidak lolos ke PON.

Dengan tambahan medali hanya 1 perunggu, maka posisi Papua di Kejurnas Atletik tergeser ke posisi keenam dari sebelumnya berada diurutan 4.

Untuk diketahui urutan sementara hingga Kamis sore, Provinsi Jawa Timur diurutan pertama dengan perolehan 10 medali terdiri dari 5 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu, disusul urutan kedua DKI Jaya sebanyak 12 medali yakni 4 emas, 5 perak dan 3 perunggu.

Urutan ketiga Provinsi Jawa Barat dengan 11 perolehan medali antara lain 3 medali emas, 4 perak dan 4 medali perunggu. Sedangkan posisi 5 besar juru kunci ditempati Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat. (Alexander Loen)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Raih Perunggu, Alosius Minta Pelatih Khusus