Susan Valen Yoku, Polwan Sahabat Semua Orang

share on:

Bripda Susan, Saat Mendapatkan Potongan Tumpeng dari Kapolres Mimika, AKBP Yustanto Mudjiharso dan Kaden Brimob Den B pada HUT Polri. (Jubi/Istimewa/Irsul)Timika, Jubi – Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia, pada 1 September 2015 lalu, telah berusia 67 tahun. Polwan lahir pada 1 September 1948, di kota Bukit Tinggi Sumatera Barat. Dari tahun ke tahun, minat wanita untuk menjdi Polwan sangat tinggi.

 

Salah satunya Bripda Susan Valen Yoku, sebagai Polwan Termuda di Polres Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

 

Bripda Susan Valen Yoku merupakan salah satu Polwan yang bertugas di Polres Mimika. Wanita ini dikenal sebagai Polwan termuda yang ada di jajaran Polres Mimika.

Bripda Susan Valen Yoku yang biasa di sapa Susan ini adalah seorang Polwan yang lahir di Sentani, 29 November 1996. Ia merupakan putri dari pasangan Yustinus Yoku dan Agustina Manuaron.

Susan dilantik menjadi Polwan, saat ia berusia 18 tahun pada tahun 2014 lalu. Wanita ini memang sudah sejak kecil bercita-cita menjadi Polwan. Awal pengangkatannya menjadi Polwan, Susan ditempatkan di Seksi Pengawasan (Siwas) Polres Mimika.

Susan adalah anak ke lima dari sembilan bersaudara ini, dinobatkan menjadi Polwan termuda yang bertugas di Kabupaten Mimika pada acara syukuran HUT Polri ke-69 di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika pada 1 Juli lalu.

Susan menamatkan pendidikannya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)- Negeri 1 Kuala Kencana, memilih menjadi bagian dari Kepolisian Republik Indonesia. Ia tertarik jadi Polwan, karena ingin membuktikan kepada masyarakat luas khususnya orang Papua, bahwa perempuan Papua bisa menjadi bagian dari Polisi.

Selain itu, Susan yang lulusan SD Kwamki Baru dua tahun  ini, memilih menjadi anggota Polwan, karena ingin membangun perempuan Papua.

“Saya ingin tunjukkan kepada perempuan dunia, bahwa perempuan Papua bisa menjadi anggota Polisi. Dengan begitu kita bisa mengangkat derajat perempuan Papua kedepannya,” katanya.

Dihari jadi Polwan yang ke 67, Susan yang mantan Siswi SMP Negeri 2 Timika berharap, Polwan tetap jaya, tetap menjadi seorang wanita yang kuat dan tetap jujur, serta bisa menjadi teladan bagi masyarakat Mimika.

Tak hanya itu, Susan juga berharap, Polwan bisa menjadi sahabat bagi semua orang, dan bukan untuk ditakuti, tapi untuk menjadi sahabat masyarakat.

“Jangan takut sama Polwan, karena Polwan adalah sahabat masyarakat,” ujar Susan, di Timika, Senin (1/9/2015).

Sementara, Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso mengatakan, Polwan dalam bertugas tidak berbeda dengan polisi laki-laki, yakni Mengayomi Melindungi dan Melayani masyarakat.

Polwan di Indonesia dimulai pada 1 September 1948. Ketika itu, di Bukittinggi, Sumatera Barat, pemerintah Indonesia tengah berjuang menghadapi agresi militer II Belanda.

Akibat serangan besar-besaran Belanda, ada arus pengungsian di mana-mana. Pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan.

Nah, ketika memasuki wilayah yang dikuasai Republik, tentu harus ada penggeledahan untuk memastikan tidak ada penyusup. Masalahnya, banyak pengungsi perempuan menolak diperiksa polisi pria.

Pemerintah lalu menunjuk Sekolah Polisi Negara di Bukittinggi untuk mulai merekrut polisi wanita. Atas dasar itulah, Polri membuka pendidikan inspektur polisi bagi kaum wanita. Sejak itulah, Polwan menjadi bagian dari Kepolisian RI.

Namun kini, tugas Polwan di Indonesia terus berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas Polisi pria. Dengan berbagai masalah yang terjadi di masyakarat dewasa ini, menjadi tantangan amat serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. (Eveerth Joumilena)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Susan Valen Yoku, Polwan Sahabat Semua Orang