Masyarakat Sipil Yakin Suaranya Akan Didengar Di Forum Pasifik

share on:

Jayapura, Jubi – Seorang pemimpin dari organisasi non-pemerintah terkemuka (LSM) di Pasifik menyatakan yakin suara masyarakat sipil akan didengar pada pertemuan pimpinan dalam Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF).

LSM regional menyerukan para pemimpin forum untuk bertindak segera pada isu-isu perubahan iklim dan masalah pelanggaran HAM di Papua Barat, Indonesia.

Emele Duituturaga dari Asosiasi LSM Kepulauan Pasifik, atau PIANGO, mengatakan ia yakin seruan mereka akan didengar. Ia mengatakan, Sekretaris Jenderal Meg Taylor membawa fokus yang lebih besar pada regionalisme termasuk kesediaan untuk bekerja lebih dengan masyarakat sipil.

“Pacific Island Forum akan mengadakan pertemuan masyarakat sipil yang akan berakhir dengan pertemuan membahas tentang masa lalu, sekarang dan masa depan forum. Itu sedekat kita akan sampai ke pemimpin. Kami melihat peluang terbuka. Kita melihat beberapa upaya serius untuk memasukkan suara masyarakat sipil dan saya tahu pasti bahwa para pemimpin kita tidak akan menutup mata,” kata Emele, seperti dilaporkan Radio New Zealand, Senin (7/9/2015).

Sementara itu utusan khusus PBB untuk Perubahan Iklim, Mary Robinson, mendesak kelompok-kelompok regional untuk bekerja bersama satu sama lain sehingga seruan Pasifik tentang peruahan iklim terdengar.

Mantan presiden Irlandia mengatakan dia terkesan dengan tekad dan rasa urgensi negara, masyarakat sipil dan para pemimpin bisnis atas perubahan iklim yang diselenggarakan minggu lalu dalam Forum Pembangunan Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Development Forum/PIDF) yang ia hadiri di Suva.

PIDF didirikan oleh Fiji tiga tahun lalu dan pertemuan minggu lalu menghasilkan Deklarasi Suva yang menguraikan penderitaan Kepulauan Pasifik dan menyerukan komitmen global yang lebih besar.

Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama mengatakan akan memberikan sinyal yang jelas kepada dunia untuk bertindak.

“Kekecewaan kami dan frustrasi pada kegagalan dunia untuk bertindak, berjalan melalui seluruh dokumen ini. Kami di Pasifik cenderung berbicara lembut tetapi pada masalah ini, [lebih] yang beberapa hari terakhir, kami menemukan bahwa kita perlu menangis dengan satu suara, bahwa sudah cukup,” kata Bainimarama, mengutip RNZ. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Sipil Yakin Suaranya Akan Didengar Di Forum Pasifik