Atasi Macet di Abepura, Kinerja DLLAJ Dipertanyakan

share on:
Alat Berat saat melakukan pengerjaan penggalian drainase dan pelebaran jalan di sepanjang jalan Kotaraja-Abepura - Jubi/Roy Ratumakin.
Alat Berat saat melakukan pengerjaan penggalian drainase dan pelebaran jalan di sepanjang jalan Kotaraja-Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Pembangunan pelebaran jalan yang dilakukan Balai Jalan dan Jembatan Papua sejak bulan Juli hingga saat ini masih terus dilakukan. Proses yang memakan waktu tersebut banyak dikeluhkan warga pengguna jalan. Tak tanggung-tanggung, pada jam sibuk, kendaraan pun merayap disepanjang jalan Kotaraja-Abepura.

 

“Paling parah dipertigaan depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi, disitu yang paling macet kalau jam 10 pagi hingga jam 12 siang. Karena jam begitu tidak ada petugas keamanan yang mengatur jalan. Jangankan aparat keamanan, pihak DLLAJ sendiri tidak pernah terlihat dijalan untuk mengatur arus lalu lintas. Padahal itu merupakan tugas pokok mereka,” kata Sabarudin kepada Jubi, Rabu (9/9/2015).

Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJ) tak pernah terlihat dijalan. Apakah tugas dan fungsi DLLAJ hanya sebatas memeriksa trayek kendaraan umum? “Kenyamanan dan ketertiban lalulintas memang menjadi tugas kita bersama, namun apakah hal ini juga disadari oleh petugas yang berwajib?,” keluh Sabaruddin.

Sabaruddin pun berharap pihak-pihak terkait yang berhubungan langsung dengan lalu lintas agar lebih peka melihat situasi dan kondisi diwilayah Kota Jayapura khususnya di Abepura. “Satpol PP juga saya harapkan agar bisa menertibkan kendaraan yang parkir di bahu jalan. Karena, salah satu faktor kemacetan adalah kendaraan yang melakukan parkir di bahu-bahu jalan. Jangan hanya penjual kaki lima saja yang tertibkan kala berjualan di atas bahu jalan,” ujarnya.

Menanggapi pelebaran jalan yang memakan waktu lama serta menimbulkan kemacetan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan X Provinsi Papua, Oesman Marbun mengatakan bahwa, proyek pelebaran di Kota Jayapura khususnya ruan jalan Abepura hingga Waena akan berakhir 2016 mendatang.

“Semuanya butuh proses, karena pelebaran jalan ini untuk dua jalur, dimana satu jalur selebar tujuh meter begitupun sebaliknya. Ditambah dengan pembatas jalan, bahu jalan dan saluran berkisar 17 meter,” katanya.

Dikatakan, ruas jalan yang dilakukan pelebaran tinggal di sepanjang jalan Dinas Kesehatan Provinsi hingga Jembatan Kali Acai, sedangkan di Waena tinggal di depan Museum Expo. “kami targetkan tahun 2016 sudah rampung termasuk dari Wihara nyambung ke Abepura,” ujarnya. (Roy Ratumakin)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Atasi Macet di Abepura, Kinerja DLLAJ Dipertanyakan