MIFEE akan Ditangani Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia

share on:
pertanian
Lahan seluas 50 hektar di Distrik Tanah Miring, Merauke yang mulai ditanami padi. Jubi/Frans L Kobun

Jayapura, Jubi – Pemerintah, kata Haryono, Kepala Penelitian dan Pengembangan di Departemen Pertanian, melalui BUMN Pupuk Indonesia bertugas menyediakan investasi mencapai nilai Rp 7 Triliun demi pengembangan sawah di Merauke, Papua.

Hal ini disampaikan oleh Haryono kepada wartawan di Jakarta awal pekan ini. Dikutip Jakarta Globe, Haryono mengatakan, rencananya dana tersebut akan digunakan untuk membersihkan dan mengembangkan lahan sawah seluas 750.000 juta hektar. Rencana ini merupakan bagian dari program Presiden Joko Widodo untuk membangun satu juta hektar lahan untuk ditanami padi, tebu, kedelai, jagung, dan kelapa sawit yang disebut dengan Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) di Papua pada tahun 2017.

“Kemungkinan bahwa Pupuk Indonesia akan mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Pangan untuk menangani proyek ini. Mereka masih mendiskusikan bagaimana mendanai investasi ini, “kata Haryono.

Beberapa perusahaan swasta telah menunjukkan minat untuk bertanggung jawab mengembangkan lahan yang tersisa seluas 250.000 hektar. Wilmar International, Medco dan Sinar Mas adalah beberapa perusahaan yang telah menyatakan minat untuk berinvestasi di proyek MIFEE.

Haryono mengatakan proyek ini masih harus menyelesaikan masalah pembebasan lahan, dengan mayoritas lahan yang dimiliki secara komunal.
“Sisi positifnya, tanah Merauke nyaris semuanya datar. Merauke memiliki sistem irigasi yang ditinggalkan oleh Belanda, sehingga hanya perlu beberapa perbaikan,” katanya.

Pemerintah menargetkan untuk membebaskan 250.000 hektar lahan pada akhir tahun ini. (Victor Mambor)

 

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MIFEE akan Ditangani Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia