El Nino ‘Duduki’ Wilayah Selatan Papua, Merauke Alami Puso

share on:
Lahan pertanian di Abepura - Jubi/Dok.
Lahan pertanian di Abepura – Jubi/Dok.

Jayapura, Jubi – Gagal panenpun terjadi di wilayah Merauke dilanda El Nino yang diperkirakan hingga Desember 2015 mendatang. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura bahwa sebagian besar wilayah selatan Papua mengalami kekeringan.

 

“Merauke itu sudah masuk musim kering sejak adanya El Nino yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, dimana tingkat penurunan curah hujan cukup drastic, itu berdasarkan analisa kami,” kata Zem Irianto Padama selaku Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Papua, Selasa (8/9/2015) di Jayapura.

Zem menambahkan di daerah pegunungan juga mengalami hal tersebut. Itu semua dampak dari El Nino, fenomena alam yang menyebabkan penurunan curah hujan. “Bagian selatan, terumat Merauke, Tanah Merah sudah terasa sekali kekeringan,” ujarnya.

Zem mengaku bahwa bulan Juni lalu, pihaknya telah merilis terkait informasi El Nino yang terjadi hingga bulan Oktober. Namun, besar kemungkinan akan lanjut ke bulan Desember mendatang.

“Desember memang akan ada curah hujan, tapi tidak signifikan. Yang terasa dampak Elmino di bagian selatan seperti Merauke, Agats, Tanah Merah, kemudian daerah pegunungan, seperti Puncak Jaya, Tolikara, Puncak,” katanya.

Disinggung tentang wilayah Papua bagian utara, seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Keerom, Serui, Waropen apakah terkena dampak El Nino, Zem mengatakan bahwa tidak terlalu signifikan. “Kecuali Kabupaten Keerom, memang mendapatkan curah hujan tapi kurang, namun itu masih dalam batas normal,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Papua, Samuel Siriwa mengatakan, untuk Pertanian di Provinsi Papua, yang pusatnya ada di daerah Merauke, hingga saat ini relative masih aman dari ancaman kekeringan.

“Soal kekeringan memang belum ada peristiwa luar biasa di daerah ini, khususnya di Merauke yang merupakan basis pertanian Papua. Dimana tercatat dimusim tanam bulan April-September 2015 ada 12 ribu hectare lahan yang terpakai,” katanya.

Pihaknya juga mengantisipasi sumber air di kali Kumbe Merauke, dengan terus berkordinasi dengan Balai Besar Sungai dan Rawa untuk pemanfaatan sumber air disana. (Roy Ratumakin)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  El Nino ‘Duduki’ Wilayah Selatan Papua, Merauke Alami Puso