Pelaku Pelayaran Batam Diimbau Aktifkan Alat Navigasi

share on:

Batam, Jubi/Antara – Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau, mengimbau seluruh nahkoda menghidupkan seluruh alat navigasi saat berlayar mengingat perairan Kepri mulai diselimuti asap pekat dari kebakaran hutan di Sumatera.

“Sejak pagi asap menebal, namun belum ada imbauan dari Kepala Kantor Pelabuhan Batam terkait ancaman dalam pelayaran. Namun kami mengimbau seluruh alat navigasi diaktifkan,” kata Syahbandar Pelabuhan Umum Telaga Punggur, Edwin Sjafrizal, di Batam, Kamis (10/9/2015).

Jika alat navigasi semua aktif, akan mampu mengurangi risiko terjadi kecelakaan di tengah laut akibat gangguan jarak pandang.

“Itu sebagai antisipasi saja, karena secara kasat mata jarak pandang sudah semakin menurun,” katanya.

Meskipun dikepung asap pekat, katanya, hingga Kamis (10/9) siang, seluruh pelayaran dari Batam tujuan Tanjungpinang dan Batam-Tanjunguban masih berjalan lancar.

Selain itu untuk pelayaran Batam ke Dabo Lingga yang kondisi asapnya makin pekat juga masih lancar.

“Kami juga mengimbau agar nahkoda benar-benar mencermati kondisi di tengah laut karena bisa saja di tengah laut kabut asap semakin pekat,” katanya.

Selain dari Telaga Punggur, pelayaran dari Pelabuhan Domestik Sekupang dengan tujuan Tanjung Balai Karimun, Dumai, Riau, Jambi juga masih lancar.

Berbeda dengan pelayaran yang masih belum terdampak asap, penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam sejak sekitar dua pekan terakhir sudah mulai terganggu.

Puluhan penerbangan khususnya tujuan Sumatera daratan dan sebaliknya banyak yang sudah dibatalkan.

Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan sebenarnya kondisi di Batam masih aman untuk pendaratan pesawat. Namun karena sejumlah bandara di Sumatera tertutup asap pekat, banyak penerbangan dibatalkan. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pelaku Pelayaran Batam Diimbau Aktifkan Alat Navigasi