Urbanisasi Sering Timbulkan Kecemburuan Sosial

share on:
Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal - Jubi/Alex
Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan masalah perpindahan penduduk dari desa ke kota (Urbanisasi) sering menimbulkan kecemburuan sosial bagi penduduk asli, dan juga berdampak pada terbatasnya pekerjaan serta masalah sosial lainnya.

Disamping itu, masalah produksi serta peredarana minuman beralkohol, juga merupakan salah satu masalah serius yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah provinsi Papua dan kabupaten/kota.

“Walaupun berbagai produk hukum telah di keluarkan untuk menangani masalah tersebut, namun perlu dilakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” kata Lukas Enembe, di Jayapura, Kamis (10/9/2015).

Enembe jelaskan, produk hukum telah dikeluarkan oleh pemerintah baik secara nasional maupun lokal diantaranya Peraturan Daerah Provinsi Papua nomor 15 tahun 2008 tentang Kependudukan, dan Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 15 tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi.

“Aturan sudah jelas, tapi belum berjalan maksimal. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga peraturan bisa berjalan baik,” katanya lagi.

Enembe menilai, masalah minuman alkohol telah banyak merugikan masyarakat, karena dapat memacu tingginya tingkat kriminalitas, kecelakaan lalulintas, dan merusak ketenteraman serta ketertiban masyarakat.

Menanggapi itu, Enembe meminta satuan polisi pamong praja (Satpol PP) sebagai penegak Perda Papua dalam melaksanakan tugas penindakan pelanggaran peraturan harus profesional, sehingga tidak terjadi benturan dengan masyarakat.

“Saya harap, apabila ada aturan-aturan yang telah dikeluarkan agar harus dipatuhi, sehingga tak terjadi penindakan atas pelanggaran tersebut,” ucapnya. (Alexander Loen)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Urbanisasi Sering Timbulkan Kecemburuan Sosial