Belum Berijazah S-1, 400 Guru di Halmahera Selatan Terancam Tidak Bisa Mengajar

share on:

Ternate, Jubi/Antara – Sebanyak 400 guru di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara terancam tidak bisa mengajar lagi karena sesuai ketentuan hingga kini mereka belum memiliki ijazah sarjana strata satu (S1).

“Para guru tersebut mengajar di SD, SMP, dan SMA yang terancam ketentuan Undang-Undang (UU),” kata Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Syaban Ali, saat dihubungi dari Ternate, Sabtu (12/9/2015).

Empat ratus guru itu merupakan bagian dari 4.000 lebih guru di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami terus motivasi mereka untuk menyelesaikan studi S1,” katanya.

Pemkab Halmahera Selatan siap mengeluarkan izin belajar bagi para guru yang belum memiliki ijazah S1 tersebut.

Dia mengakui, sebagian besar dari 4.000 guru itu sedang menyelesaikan kuliahnya di Universitas Terbuka (UT).

“Para guru tersebut memanfaatkan kerjasama Pemkab Halmahera Selatan dan UT yang telah direalisasikan selama empat tahun,” kata Syaban.

Mereka masih berada di semester tiga, lima, dan tujuh.

“Jika hingga akhir 2015 ternyata masih ada guru yang belum memiliki ijazah S1, maka terpaksa dialihkan menjadi staf administrasi di sekolah masing-masing,” kata Syaban Ali. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Belum Berijazah S-1, 400 Guru di Halmahera Selatan Terancam Tidak Bisa Mengajar