Kepsek Miliki Peran Penting Majukan Pendidikan di Papua

share on:
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda - Jubi/Alex
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda mengatakan kepala sekolah (Kepsek) miliki peran besar dalam memajukan pendidikan di Papua.

“Sebenarnya inti dari kualitas pendidikan itu Kepsek. Banyak orang yang menilai kualitas pendidikan itu siswa, tapi saya sendiri bilang itu Kepsek karena memang harus berkualitas, baru pendidikan di Papua bisa maju,” kata Elias Wonda, di Jayapura, Minggu (13/9/2015).

Menurut Wonda, meskipun sekolah miliki guru yang hebat sekalipun, namun tidak di dukung oleh kepala sekolah yang berkualitas, maka pendidikan akan berjalan di tempat atau bahkan tidak maju-maju.

“Maju dan mundurnya pendidikan itu ada di kepala sekolah, karena Kepsek yang hadapi ratusan orang di depan dan menunjukan kualitas, meskipun miliki guru-guru yang hebat sekalipun,” ucapnya.

Wonda menilai, jika dalam menjalankan tugas seorang kepala sekolah tidak mampu berbuat apa-apa, ingin dibuat bagaimanapun pendidikan tidak akan maju.

Disisi lain, Wonda mengaku sangat setuju dengan apa yang sudah dilakukan beberapa kabupaten. Dimana penunjukan kepala sekolah harus terlebih dulu melewati beberapa tahapan seleksi atau test.

“Saya dengar, sebagian kabupaten kepala sekolah itu di seleksi, dan cara itu saya sangat setuju, karena kepala sekolah miliki peran penting dalam dunia pendidikan,” katanya.

Dengan begitu, Wonda berharap muda-mudahan dalam dua atau tiga tahun kedepan ada perubahan besar untuk pendidikan di Papua, karena kami dari provinsi juga selalu kirim kepala sekolah ke Australia untuk belajar.

“Jangan orang hebat disingkirkan, lalu karena faktor kenal baik terus dipilih menjadi kepala sekolah. Cara ini harus dihilangkan, kalau pendidikan di Papua mau maju,” katanya lagi.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan pendidikan di Tanah Papua perlu mendapat perhatian khusus, mengingat kondisi geografis dan faktor keamanan masih menjadi tantangan seluruh stakeholder untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kondsi pendidikan memang sangat memprihatinkan, itu karena geografis dan kedua faktor keamanan,” kata Hery Dosinaen, Minggu (6/9/2015).

Menurut ia, karena faktor keamanan, banyak guru-guru yang mengabdi di daerah pedalaman Papua yang meninggalkan tempat tugas. Selain itu masalah kesejahteraan juga menjadi catatan penting untuk dilihat dan dicarikan solusi.

Disamping itu, saat ini banyak guru-guru yang direkrut menjadi pegawai negeri sipil oleh pejabat politik lokal, sehingga menimbulkan kecemburuan dari guru-guru lain.

“Inilah yang membuat kecemburuan dari guru-guru lain, dimana banyak guru yang ditarik jadi kepala dinas, eselon III, IV, sehingga membuat guru lain tidak bersemangat selain masalah keamanan dan geografis,” ucapnya. (Alexander Loen)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kepsek Miliki Peran Penting Majukan Pendidikan di Papua