Pemilik Tanah Bougainville Kembali Rekonsiliasi Bel Kol

share on:

Jayapura, Jubi – Sebuah kelompok pemilik tanah di wilayah Panguna Bougainville mengatakan proses rekonsiliasi Bel Kol adalah satu-satunya jalan ke depan untuk daerahnya.

Bel Kol telah dirintis oleh pemerintah dalam otonomi daerah Papua Nugini karena berupaya untuk memulai kembali tambang di Panguna. Panguna merupakan pusat jantung dari perang saudara, puluhan tahun lalu.

Asosiasi Pemilik Tanah Tambang Panguna mengatakan siap untuk memimpin proses rekonsiliasi tersebut. Namun, pihaknya mempetegas fokus mereka adalah pada perusakan tanah dan kerusakan lingkungan, sebelum berbicara tentang pembukaan kembali tambang tersebut.

Ia mengatakan, ABG (Autonomy Bougainville Goverment) harus mentransfer pengelolaan proses Bel Kol dengan pemilik tanah Panguna karena di situlah konflik dimulai. Pernyataan ini muncul setelah pejabat presiden Bougainville Patrick Nisira mengatakan ABG mungkin berhenti fokus pada Panguna setelah oposisi dari kelompok lain yang menamakan dirinya garis keras Central Bougainville.

Pihak garis keras di Central Bougainville itu mengatakan mereka benar-benar menentang Bel Kol. Tapi pemilik tanah Panguna mengatakan kelompok garis keras bukanlah pemilik tanah, mereka hanya pembuat masalah. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemilik Tanah Bougainville Kembali Rekonsiliasi Bel Kol