MPM Uncen: Aparat Kepolisian tak Pahami Otonomi Kampus

share on:

Jayapura, Jubi – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cendrawasih menilai aparat kepolisian  tidak memahami hukum yang mengatur otonomi kampus. Mereka memasuki lingkungan kampus yang otonomi tanpa alasan yang tidak jelas.

 

 

“Saya sudah sampaikan polisi pahami otonomi kampus namun mereka tidak memahami otonomi kampus,”kata Pontius Omoldoman, ketua MPM UNCEN. Jayapura, kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (14/09/2015).

Kata Omoldoman, polisi memperlihatkan ketidakpahaman itu secara nyata pada 11 September 2015. Polisi masuk kampus mengunakan mobil Dalmas, melakukan sweeping dan melakukan pemukulan terhadap mahasiswa.

“Ada satu mahasiswa dipukul kulit dekat mata robek,”ungkapnya. Katanya, Polisi masuk kampus membubarkan demo mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Rakyat Papua (GempaR) mendukung pertemuan Foru Kepulauan Pasific pada 7-11 September.

 

Sebelumnya, Informasi itu disampaikan Samauel Womsiwor sekjen GempaR. Ia mengatakan polisi membubarkan aksi Gempar di depan gapura universitas Cendrawasih, Waena, kota Jayapura, Papua, Jumat (11/9/2015), pagi pukul 10:00.

“Kaka polisi masuk kampus dengan senjata lengkap bubarkan aksi kami. Mereka rampas perangkat aksi kami,’’unkap Womsiwor melalui telepon genggam.

Kata Womsiwor, tindakan yang dilakukan oleh aparat sangat berlebihan. Polisi memasuki area kampus seperti memasuki wilayah perang. Polisi tidak memperhatikan otonomi kampus yang dijamin UU.

“Aparat sangat brutal, sampai bisa masuk di area kampus kami tanpa minta ijin sama penghuni, ini bukan tempat orang – orang jahat atau narkoba. Ini kampus kami. Masuk rumah kami mengunakan mobil Dalmas sampai di lingkungan kampus kami.’’tegas Samuel. (Mawel Benny)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MPM Uncen: Aparat Kepolisian tak Pahami Otonomi Kampus