Harga Cabai di Papua Tembus Rp 90 Ribu

share on:

Jayapura, Jubi – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura tembus hingga Rp 90 ribu per kilogram. Harga cabai merah besar Rp 90 ribu, cabai merah keriting Rp70 ribu, dan cabai rawit Rp75 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang cabai dan sayuran di Pasar Pharaa, Setyo (40), menyebutkan kenaikan harga itu disebabkan banyaknya permintaan namun produksi panen di tingkat petani berkurang akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

“Produksi cabai dari petani lokal belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen, sementara daerah lain masih dilanda musim kemarau yang berkepanjangan,” kata Setyo, di Jayapura, Senin (14/9/2015).

Menurut Setyo, kenaikan harga cukup meresahkan pedagang dan masyarakat. Pasalnya, selain masyarakat yang punya usaha rumah makan, cukup banyak masyarakat yang kini mengurangi pembelian akibat makin mahalnya harga.

“Biasanya masyarakat sekali membeli bisa satu kilo atau setengah kilo, tapi setelah harga naik masyarakat lebih memilih untuk membeli cabai yang dijual per tumpuk dengan harga Rp 20 ribu,” ucapnya.

Akibat dari naiknya harga cabai, ujar Setyo, banyak cabai yang dibuang karena alami pembusukan.

“Ya mau bagaimana lagi mas, cabai kalau disimpan terlalu lama pasti membusuk, akhirnya dibuang,” katanya.

Hal senada diutarakan pedagang cabai di Pasar Youtefa Abepura, Julia (35). Ia menyebutkan, terbatasnya pasokan cabai di musim kemarau ini membuat harga komoditas itu mengalami kenaikan. Biasanya, ia mendapatkan pasokan cabai dari wilayah Manado dan Surabaya.

“Kami ambil dari Manado dan Surabaya, pasokannya sedikit. Akibatnya, beberapa hari terakhir ini harganya melambung tinggi,” kata Makmur. (Alexander Loen)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Cabai di Papua Tembus Rp 90 Ribu