Kasus Pemalsuan Polisi Tahan Pengusaha Edy Sulistio

share on:

Tangerang, Jubi/Antara – Aparat Polresta Tangerang, Banten, menahan pengusaha penyaluran bahan kimia Edy Sulistio di Mapolresta setempat di Tigaraksa terkait kasus pemalsuan surat perusahaan dan properti.

“Kami menitipkan Edy Suistio di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Jambe karena ruangan tahanan sudah penuh,” kata Kasatreskrim Polresta Tangerang, Kompol Arman, di Tangerang, Kamis (17/9/2015).

Arman mengatakan pemindahan Edy dilakukan setelah penyidik melihat ruangan yang ada saat ini sempit dan banyaknya pelaku kasus lain seperti narkoba dan pencurian.

Pernyataan itu terkait Edy Sulistio, direktur PT Prima Qualiti Rakata ditahan atas laporan telah memalsukan surat dengan melibatkan anak buahnya Umam Nana.

Bahkan dalam laporan No. LP/139/K/I/2015 Restra Tng, tanggal 19 Januari 2015 bahwa pemalsuan itu dilakukan di rumah Edy di Taman Giri Loka Blok M No.3 Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan.

Edy dijerat pasal 263 KUHP dugaan pidana memalsukan surat atau keterangan palsu dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Arman mengatakan pihaknya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang ditandatangani Wakasat Reskrim Polresta Tangerang, AKP Endang Efendi.

Dia menambahkan penyidik telah melakukan uji laboratorium forensik bahwa Edy dan Umam Nana telah memalsukan tanda tangan istrinya Li (40).

Padahal sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tigaraksa, Kabupaten Tangerang memperkarakan Edy Sulistio ke PN Tangerang dengan hakim Yohannes Panji, dalam kasus ingin berpoligami dengan melakukan KDRT terhadap korban Li (42).

Edy sering mengancam korban dan diduga memiliki penyimpangan seksual serta mengalami KDRT psikis sejak September 2014 di rumahnya di Sektor XII Perumahan BSD, Kelurahaan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Akibat tindakan itu, korban menderita gangguan mental dengan kategori sedang hingga berat, hal tersebut dibuktikan hasil visum di RSUD Tangerang yang ditandatangani Dr. Jap Mustopo Baktiar Sp.Kj tanggal 5 November 2014.

Korban sering diancam agar bersedia menandatangani surat izin berpoligami maka jiwanya terguncang lalu menelan sebanyak 19 pil tidur dan tidak sadarkan diri kemudian dilarikan ke RS terdekat. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kasus Pemalsuan Polisi Tahan Pengusaha Edy Sulistio