2 WNI Akhirnya Dilepaskan OTK

share on:
Sudirman dan Badar saat berdialog dengan Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih sesaat setelah penyeraan keduanya dari pihak Konsultan RI di perbatasan RI-PNG - Jubi/Roy Ratumakin.
Sudirman dan Badar saat berdialog dengan Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih sesaat setelah penyeraan keduanya dari pihak Konsultan RI di perbatasan RI-PNG – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Dua warga Indonesia yang dikabarkan hilang sejak Rabu (9/9/2015) lalu dan dicurigai telah disandera oleh sekelompok Orang Tak di Kenal (OTK) akhirnya dibebaskan oleh kelompok tersebut pada (17/09/2015) malam kepada pihak Army PNG di gunung Victoria, Skouwtiau, Distrik Bewani, Provinsi Sandaun, PNG, sekitar pukul 09.35 waktu Papua New Guinea (PNG).

 

Dua sandera tersebut yaitu Ladiri alias Dirma (30) yang sebelumnya diketahui bernama Sudirman dan Badar (29) setelah serah terima dari OTK ke Army PNG selanjutnya pada Jumat (18/09/2015) pagi sekitar pukul 10.00 waktu PNG, penyerahan dilakukan markas Army Vanimo, PNG, yang letaknya sekitar 300 meter dari Konsulat Jenderal RI di Vanimo, dimana penyerahan tersebut digelar dengan upacara militer.

Upacara militer dipimpin langsung Ketua Tim Negosiasi PNG, Ian Jingga yang didampingi Dirjen Perbatasan Kementerian Luar Negeri PNG, John Balavu kepada Konsul RI di Vanimo, Elmar Lubis.
Selanjutnya dibawa ke daerah perbatasan Skouw-Wutung, RI-PNG dengan jarak tempuh dari kantor

Kosulat Jenderal RI, Vanimo menuju Skouw, Kota Jayapura lebih dari satu jam lamanya, dan berhasil tiba di sekitar pukul 13.00 WIT dan diterima langsung Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian yang juga sebagai Panglima Operasi.

Konsul RI di Vanimo, Elmar Lubis kepada wartawan usai acara penyerahan kepada wartawan di Kantor Imigrasi di Skouw-Wutung mengatakan bahwa upaya pembebasan sudah dimulai dari minggu lalu sejak insiden penyanderaan tersebut, lalu pihaknya berkoordinasi secara baik dengan pemerintah PNG dan sampai detik terakhir memberikan komitmen yang jelas sesuai intruksi dari pusat.

 

“Yang menjadi prioritas adalah keselamatan kedua tersangka tersebut, mulai sejak itu pihak PNG melakukan upaya mencari tempat dan wilayah yang diduga menjadi tempat kedua sandera berada. Sedikit demi sedikit pihak Army PNG melakukan komunikasi dengan kami,” katanya.

 

Elmar Lubis menambahkan, dengan mengutaman keselamatan dari kedua sandera tersebut menurut Elmar, prosesnya cukup berlarut-larut, namun akihirnya sandera berhasil diserahkan kepada pihak Komjen RI di Vanimo. “Penyerahan dari pihak Army PNG kepada konsulat RI melalui upacara militer yang memang terlibat dalam upaya pembebasan kedua sandra tersebut,” katanya.

Disinggung tentang jam berapa dan di desa mana proses pembebasan kedua sandra tersebut, Elmar Lubis mengatakan bahwa penyerahan tersebut dalam hutan. “Kalau kampungnya ya memang tidak ada kampung disitu. Penyerahannya di hutan, tapi yang jelas sekitar jam 10 malam sudah diberikan kepada Army PNG,” ujarnya.

Terkait permintaan dari pihak penyandera yang menahan kedua WNI tersebut, Elmar Lubis mengatakan bahwa tidak ada permintaan seperti yang diberitakan oleh media selama ini. “Saya membaca koran di Vanimo banyak sekali, saya takutnya besok-besok ada makluk lain dari planet lain. Pemberitaannya aneh. Yang jelas tidak ada permintaan dari pihak yang menyandera kedua warga kita,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Atase Pertahanan RI di Port Moresby, PNG, Kolonel Roni Pasaribu mengatakan saat didalam hutan, seluruh negosiasi dilakukan tim negosiasi. Kurang lebih 100 Army PNG, lanjutnya, yang diterjunkan untuk melepas dua WNI tersebut.

 

“Dua WNI ini disandera di gunung Victoria, ini berdasarkan keterangan sementara dari dua sandera tersebut ya, ada beberapa orang yang bersenjata, mungkin 6-7 senjata, dan penculiknya sekitar 10 orang,” kata Pasaribu. (Roy Ratumakin)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  2 WNI Akhirnya Dilepaskan OTK