Advent Hari Ketujuh Diminta Tinggalkan Pulau Solomon

share on:

Jayapura, Jubi – Penolakan terhadap aliran kepercayaan lain terjadi di sebuah pulau di Kepulauan Salomon. Seorang Kepala Desa di sebuah pulau terluar di Kepulauan Salomon yang didominasi oleh Anglikan mengusir keluar beberapa masyarakat yang meyakini aliran Advent Hari Ketujuh.

Menanggapi penolakan itu, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh mengatakan, kepala desa tersebut tidak memiliki hak untuk mengusir anggota masyarakat lain yang berbeda iman.

Koordinator Misi Kepulauan Solomon, Pastor Irving Vagha, mengatakan hanya ada tiga Advent Hari Ketujuh di pulau timur terluar, Pulau Anuta.

Melalui Radio New Zealand, akhir pekan lalu, dilaporkan bahwa baru-baru ini masyarakat yang menganut kepercayaan pada Advent Hari Ketujuh di pulau tersebut membangun sebuah gereja kecil yang melawan keinginan kepala desa di pulau tersebut. Kepala desa itu kemudian menuntut para Adventist tersebut dan telah memerintahkan mereka untuk meninggalkan pulau yang didominasi aliran Anglikan.

Pastor Vagha mengatakan, presiden gereja sedang mencoba untuk bertemu dengan timpalannya dari Anglikan untuk menemukan beberapa resolusi.

“Mereka hanya memiliki mentalitas bahwa mereka tidak ingin ada agama lain menyusup ke pulau itu tapi hanya yang seiman dengan Anglikan karena itu telah menjadi iman yang diterima oleh nenek moyang mereka,” kata Pastor Vagha, mengutip laporan Radio New Zealand. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Advent Hari Ketujuh Diminta Tinggalkan Pulau Solomon