Kejaksaan Nyatakan Tetap Proses Tersangka Tolikara

share on:
Salah satu tersangka insiden Tolikara (baju batik) ketika dibawa ke Polda Papua, Jumat (24/7/2015) lalu – Jubi/Arjuna
Salah satu tersangka insiden Tolikara (baju batik) ketika dibawa ke Polda Papua, Jumat (24/7/2015) lalu – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menyatakan akan tetap memproses hukum dua tersangka insiden Tolikara, 17 Juli 2015 lalu, JW dan AK yang berkas perkaranya telah diserahkan penyidik Polda Papua ke Kejati setempat, 9 September 2015 lalu.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva mengatakan, dari sisi hukum, kedua tersangka itu tetap ditahan. Senin (21/9/2015), penuntut umum sudah mengeluarkan perintah penahanan.

“Penahanan kedua tersangka sesuai undang-undang. Makanya Kejati Papua tetap pada prinsip itu. Polda Papua diberi kewenangan oleh undang-undang melakukan penahanan. Ketika dilimpahkan ke Kejati, Kejati jug punya kewenangan melakukan penahahan,” kata Herman da Silva di sela-sela koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Polda Papua, Senin (21/9/2015).

Katanya, untuk menghentikan proses pidana, ada beberapa kriteria. Misalnya tak cukup bukti, bukan perbuatan pidana, dan ditutup demi hukum. Lanjutnya, ditutup demi hukum juga memiliki beberapa kriteria misalnya kasus itu kadaluarsa, atau tersangka meningga dunia.

“Jadi masih butuh waktu mempertimbangkannya. Bisa saja dihentikan tapi ada tahapan. Kalau saya dan Kapolda melakukan itu diluar undang-undangan, kami akan dipersalahkan. Kini perkaranya siap dilimpahkan Kejati ke pengadilan,” ucapnya.

Menurutnya, perkara itu akan diserahka ke Kejaksaan Negeri Wamena. Namun kejaksaan tak segampang yang dibayangkan menghentikan proses hukum.

“Kalau penangguhan penahanan, itu sudah ada aturannya. Misalnya tahanan kota atau tahanan rumah. Tapi statusnya tetap tahanan. Bukan berarti  tidak ditahan,” katanya. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kejaksaan Nyatakan Tetap Proses Tersangka Tolikara