Stok Oksigen Menipis, Pasien Jadi Korban

share on:
 Sejumlah pasien di ruang UGD RSUD Wamena ketika menunggu kepastian menggunakan oksigen-Jubi/Islami
Sejumlah pasien di ruang UGD RSUD Wamena ketika menunggu kepastian menggunakan oksigen-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Kekurangan oksigen yang dialami Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, membuat sejumlah pasien yang dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) menjadi korban.

Pasalnya, oksigen yang tersedia di RSUD Wamena hanya dua dan semuanya telah digunakan oleh pasien yang masuk terlebih dahulu, sedangkan ada empat pasien lainya yang membutuhkan oksigen diminta bersabar sampai tabung oksigen dari Jayapura dating.

Pada Senin (21/9/2015) di ruang UGD, ada hampir empat pasien yang tidak mendapatkan oksigen, sebenarnya para pasien tersebut sangat membutuhkan bantuan pernapasan seperti yang dibutuhkan seorang anak berumur tiga setengah bulan yang mengalami gangguan pernapasan namun
tidak mendapatkan tabung oksigen untuk pernapasannya.

Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya, Ronny Elopere yang saat itu juga sedang berada di UGD RSUD Wamena mengantarkan keluarganya berobat juga tidak mendapatkan pelayanan tabung oksigen karena stok habis.

“Begitu saya masuk dan membawa keluarga saya dan saya cek oksigen untuk membantu pernapasan, namun dokter yang bertugas katakan tidak ada oksigen dan yang ada hanya dua dan sudah digunakan untuk pasien yang terlebih dahulu masuk,” katanya kepada wartawan.

Bukan hanya itu, dirinya juga mendapati seorang anak kecil yang kritis akibat sulit bernafas dan sangat membutuhkan oksigen dan begitu juga terhadap pasien lainnya. Dirinya juga mempertanyakan dimana letak kelalaian sehingga oksigen di rumah sakit tingkat kabupaten tidak ada.

“Ini kesalahannya dimana, apakah direkturnya tidak melaporkan kepada pemerintah atau tidak melaporkan ke DPRD dan bila ada korban yang meninggal karena tidak ada oksigen kan ini disayangkan sekali,” katanya kesal.

Dirinya juga meminta kepada pihak RSUD atau pemerintah agar mencari solusi tidak adanya oksigen di rumah sakit tersebut dan dirinya sebagai angota DPRD Jayawijaya mengaku akan meminta kepada Komisi C agar meninjau RSUD tersebut yang sekarang DPRD sendiri dalam masa kunker.

Sementara itu Direktur RSUD Wamena, dr. I.B. Indra Jaya.Sp.S, yang ditemui di UGD menjelaskan, kekurangan stok oksigen di rumah sakit dikarenakan mesin penghasil oksigen di RSUD tersebut rusak dari beberapa bulan lalu.

Bahkan pihak rumah sakit juga telah mencari solusi mendatangkan tabung oksigen dari Jayapura yang harganya sampai 5 juta rupiah per tabung.

Dirinya juga mengatakan, mesin penghasil oksigen tersebut rusak karena gangguan teknis dan juga diduga disebabkan seringnya pemadaman bergilir yang dilakukan pihak PLN Wamena.

“Sering mati lampu dan setiap hari mati dan kayak ditelantarkan saja rumah sakit ini, padahal kawasan yang lain dibiarkan hidup dan tidak ada pemberitahuan dan terkadang sampai setengah hari dan paling cepat dua jam baru nyala, sehingga banyak alat rumah sakit yang rusak,” katanya.

Untuk penaggulangan kebutuhan oksigen tersebut, sudah ada pengadaan dari provinsi Papua mesin yang baru dan tinggal dikirim dan diperkirakan berapa bulan lagi untuk memasangnya.

“Kita sudah upaya datangkan dari Jayapura dan mudah-mudahan satu atau dua hari ini sampai di Wamena,” tegasnya.

Hal senada pun diungkapkan salah satu perawat di RSUD Wamena, bahwa mesin penghasil oksigen di rumah sakit terbesar di pegunungan tengah Papua tersebut sudah rusak dari sekitar bulan april lalu dan selama ini memang pasien secara bergantian menggunakan tabung oksigen yang ada di RSUD.

“Saya tidak bisa menjelaskan ini kesalahan dari mana, tetapi ini alatnya memang rusak dimana selama ini pengadaan oksigen tersebut memang dari kita sendiri namun mesin itu rusak dari sekitar bulan
april lalu,” ujar seorang perawat yang enggan dikorankan. (Islami)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Stok Oksigen Menipis, Pasien Jadi Korban