Idul Adha Jangan Sampai ‘Dibungkus’ Kepentingan Politik

share on:
Ilustrasi hewan kurban - Jubi/IST.
Ilustrasi hewan kurban – Jubi/IST.

Jayapura, Jubi – Pemilukada serentak di Indonesia 9 Desember mendatang tinggal beberapa bulan lagi. Mendekati pesta demokrasi tersebut, Idul Adha yang dirayakan umat Muslim kerap dimanfaatkan oknum yang ingin maju di kancah politik.

Alih-alih memberikan bantuan hewan korban, warga justru mengkhawatirkan pasangan calon membungkusnya dengan kepentingan politik.

Mustakin (33), salah seorang warga Kamkei, distrik Abepura, Kota Jayapura usai menjalani sholat Id kepada Jubi, Rabu (23/9/2015) mengatakan bahwa potensi disusupi oleh oknum-oknum kandidat Pasangan Calon (Paslon) sangat besar, mengingat momen hari raya tersebut berdekatan dengan proses Pilkada di 11 kabupaten di Papua.

“Pasti itu, tetapi saya secara pribadi berharap hal itu jangan sampai terjadi. Karena menurut saya, Idul Adha adalah momen yang sangat suci bag umat Islam dimana hari raya tersebut untum memperingati ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba,” katanya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

“Pada hari raya ini kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail,” ujarnya.

Ada sedikit perbedaan antara Mustakin dan Siti Aminah (47). Siti sapaan akrabnya mengatakan bahwa pemberian hewan kurban dari Parpol ataupun pribadi pasangan calon tidak masalah. asalkan pemberian tersebut tulus untuk membatu masyarakat yang tidak mampu, dalam hal ini menyembelih hewan kurban. Karena menurutnya, dalam ajaran yang dianutnya, dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu.

“Saya rasa tidak jadi soal, kalau pemberian itu murni untuk membatu tanpa ada maksud tertentu dengan kepentingannya. Namun, kalau ada kepentingannya ya biarlah dia akan berurusan langsung dengan yang maha kuasa,” katanya. (Roy Ratumakin)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Idul Adha Jangan Sampai ‘Dibungkus’ Kepentingan Politik