Tomako Batu, Suku Sentani dan Mas Kawin

share on:

 

Jayapura, Jubi- Kapak batu hingga abad ke 21 termasuk teknologi yang dilupakan dalam budaya materi masyarakat di Tanah Papua. Kontak budaya dengan dunia luar terutama masyarakat pesisir di tanah Papua membawa perubahan dalam budaya materi. Masyarakat di Biak mengenal budaya menempa parang atau Kamasan (ahli membuat parang) dalam membuat parang dan alat tajam lainnya sejak abad ke 19.

Penduduk di Pegunungan Tengah hingga abad ke 20, kapak batu masih menjadi alat potong dalam menebang pohon, dan digunakan pula sebagai alat mempertahankan diri dari serangan musuh. Begitu pula kapak batu di wilayah Sentani yaitu Ayapo dan Bambar (Doyo Baru) serta Ormuwari sampai kini tetap dipertahankan.

 

 

Kapak batu tersebut sudah tidak memiliki fungsi sebagai alat potong tetapi sebagai fungsi sosial dalam kebudayaan masyarakat setempat yaitu sebagai alat pembayaran mas kawin, alat bayar denda, atau sebagai pemberian (hadiah) berharga kepada orang yang membantu.(Kapak Batu, Hendro Lekito dkk dalam Inventarisasi Warisan Budaya Tak Benda)

 

Suku Sentani dan Suku Ormuwari termasuk dua suku pendukung kapak batu yang masih aktif sampai sekarang sebagai mas kawin(bride price) dan gift(pemberian) yang berharga dalam kehidupan sosial masyarakatnya.

He Aloway, kapak batu dari Sentani, Kabupaten Jayapura, selain itu ada pula kapak batu jenis lainnya antara lain He Hawabhu, He Benekhu, He Nokhong dan He Khoge. Tak heran kalau kapak batu bagi orang Sentani sudah lama dikenal. Mereka dulu menggunakannya sebagai upacara adat dan pembayaran adat.

Bahkan sampai sekarang kapak batu atau tomako batu masih dipakai sebagai alat pembayaran mas kawin, pembayaran kepala,upacara adat dan pemberian hadiah serta hadiah ucapan terima kasih saat mengantar makanan.

Pembayaran mas kawin bagi orang Sentani di Kampung Ayapo, jumlah kapak batu yang digunakan sebagai alat bayar bisa mencapai ratusan kapak batu. Pihak keluarga laki-laki akan menyerahkan ratusan kapak batu kepada pihak perempuan.

Jenis-jenis kapak batu (He) dan warnanya terdiri dari :

  1. He Nokhong, kapak batu berwarna hitam.
  2. He Phinuku, kapak batu berwarna hijau dan hitam.
  3. He Hawaphu, kapak batu berwarna hijau.
  4. He Knongge, kapak batu berwarna hitam berbintik putih.
  5. He Hawa phulu, kapak batu berwarna hijau-hijauan.
  6. He Raime rouw, kapak batu berwarna hijau muda.
  7. He Yonggove, kapak batu berwarna hijau tua.
  8. He Hokhai, kapak batu berwarna kemerahan.
  9. He Rondo Fikholle,kapak batu berwarna hijau keputihan.

 

Penggunaan kapak batu alias tomako batu yang sering digunakan antara lain He Nokhong, Phinuku, Hawaphu dan Knongge. Sedangkan jenis tomako yang baru saja beredar sehingga jarang digunakan. Batu akik yang belum lama ini merambah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dikhawatirkan mengambil batu-batu Cykloop untuk diperjual belikan. Apalagi tomako batu memiliki jenis dan warna yang bervariasi tidak tertutup kemungkinan tomako batu terancam menjadi batu akik.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tomako Batu, Suku Sentani dan Mas Kawin