Mahasiswa Baru Diberi pengenalan Media Sosial

share on:
Natan Tebay (tengah) saat memberikan materi kepada mahasiswa baru IPPMY di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu (26/09) - Jubi/Abeth You
Natan Tebay (tengah) saat memberikan materi kepada mahasiswa baru IPPMY di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu (26/09) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Dalam era globalisasi ini, teknologi semakin maju, hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, komunikasi dan sebagainya. Namun, kehadiran internet bukan saja memberikan dampak positif , tapi juga ada sisi negatifnya, terlebih kepada mahasiswa baru (remaja).

 

Untuk menggunakan media sosial, seperti website, blogger, facebook, twitter, email, BlackBerry Masseger (BBM), Wechat, WhatsApp dan sejenisnya dengan baik, belasan mahasiswa baru yang berasal dari Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Yatamo (IPPMY) Kabupaten Paniai yang akan mengenyam pendidikan di Kota dan Kabupaten Jayapura dibekali dengan materi yang berjudul Pendidikan Masa Kini, antara Dunia Nyata dan Dunia Maya yang disampaikan senior suku Mee di Jayapura, Natan Tebay di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu (26/09/2015).

 

“Mahasiswa, khusus mahasiswa baru telah mengetahui arti dari media sosial, tapi belum sepenuhnya memiliki cara untuk fungsikan dengan baik. Karena itulah kami memberikan pemahaman agar mereka (mahasiswa baru) bisa melaksanakan dengan baik,” ujar Natan Tebay kepada Jubi di Pantai Hamadi, Sabtu (26/9/2015).

 

“Dalam materi saya kaitkan dengan kehidupan sosial, seperti, analisis sosiologis media sosial. Nah, di era modern, manusia dipermudah dalam melakukan berbagai hal. Salah satu kemudahan yang diciptakan adalah berinteraksi melalui internet. Semakin berkembangnya internet memunculkan pola interaksi dapat dilakukan tanpa harus berada dalam ruang dan waktu yang bersamaan,” ujar Tebay yang juga ketua DPW-AMPTPI wilayah Indonesia Timur ini.

 

Natan yang juga alumni Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Jayapura ini mengatakan, media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang.

 

Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya. “Jadi hubungan media sosial dengan ilmu sosiologi sangat erat,’ katanya.

 

Ketua Panitia Pelaksana Perkenalan Mahasiswa Baru IPPMY Kota Jayapura, Yustina Tatogo mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan tersebut memupuk dan mempererat rasa persaudaraan, kekeluargaan, keorganisasian dan solidaritas antara mahasiswa baru dengan angkatan pendahulunya.

 

“Jadi, ini kami memberikan motivasi bagi mahasiswa baru, baik secara moral maupun intelektual dalam peranannya sebagai anggota IPPMY, itu tidak terlepas dari seorang mahasiswa yang sehari-harinya belajar di masing-masing kampus,” ucap Yustina Tatogo didampingi sekretaris Panpel, Ali Agustinus. Menurut Tatogo, sisi lainnya ialah sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu pendidikan.

 

“Membiaskan mereka (mahasiswa baru) untuk aktif berpikir dan berkarya, serta memiliki sikap yang kreatif dan mandiri, serta semangat untuk berorganisasi,” terang Yustina.

 

Badan Pengurus IPPMY Kota Jayapura, Yermis Marco Tatogo menuturkan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperkenalkan serta memberi gambaran kepada mahasiwa baru tentang bagaimana kehisupan di kampus di era Ilmu Teknologi ini dan cara berorganisasi dengan baik.

 

“Selain kita dapatkan ilmu di kampus adalah formal hanya 25 persen saja, maka kami juga berusaha memberikan ilmu di luar kampus atau non formal. Karena, non formal adalah 75 persen untuk pengembangan kemampuan kita,” beber Yermias. (Abeth You)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mahasiswa Baru Diberi pengenalan Media Sosial